Mahasiswa Harus Mampu Ubah Pola Pikir Warga

0
985
BELAJAR: Mahasiswa KKN-RM Kelurahan Kawal saat mengunjungi Rumah Bahagia dan belajar dari seorang nenek membuat kerajinan tangan keset kaki. f-ISTIMEWA

BINTAN – Masa bakti Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM) UMRAH sudah berakhir, dan bagi mahasiswa menjadi pengalaman menarik. Kegiatan itu telah dilaksanakan selama satu bulan. Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) dari Kelompok KKN-RM Kelurahan Kawal, Fauzan mengaku, senang melaksanakan program RM dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam upaya mengembalikan nilai-nilai leluhur bangsa Indonesian ditengah-tengah masyarakat.

Seperti digelarnya beberapa program kerja unggulan yang dilaksanakan, bersama dengan masyarakat di lokasi KKN. ”Kami telah menggelar Focus Grup Discussion (FGD), bersama dengan pemerintah kecamatan, kelurahan serta masyarakat terkait persoalan ada,” ujar Fauzan kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (14/9).

Pihaknya berupaya mengubah pola fikir masyarakat, yaitu mengajak bisa melihat peluang ekonomi yang ada. Ia menjelaskan, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang merupakan salah satu sentra makanan khas otak-otak. Bila ini dikemas dengan baik bisa menjadi peluang usaha dapat dikenal nasional bahkan internasional.

Menurutnya, masyarakat perlu diajarkan bagaimana meningkatkan nilai jual agar tetap mampu mengemas dan mempromosikan. ”Ini merupakan kegiatan yang dapat merubah cara pandang masyarakat Kawal. Sebab, bukan hanya wisatawan yang berkunjung saja yang harusnya digarap tetapi juga bisa dikirimkan ke luar daerah dan negeri,” paaprnya.

Peluang itu yang harus dimaksimalkan masyarakat, agar kuliner otak-otak Kawal tetap laku dan terkenal. Zizah, mahasiswi Fakultas Ekonomi (Fekon) UMRAH yang juga dari Kelompok Kelurahan Kawal menambahkan, pada intinya mahasiswa KKN-RM harus mengubah cara pandang, pola pikir dan sikap, perilaku serta cara kerja yang lebih baik untuk masyarakat.

Pihaknya juga menggandeng pemuda melalui Karang Taruna Madani untuk mengidentifikasi potensi dan masalah terkait nilai-nilai kepribadian yang dimiliki oleh masyarakat. ”Melaksanakan program gerakan Indonesia melayani, guna meningkatkan perilaku pelayanan publik berintegritas. Selain itu, gerakan Indonesia bersih dikalangan masyarakat,” sebut Zizah. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here