Mahasiswa KKN Harus Menggerakkan Potensi Desa

0
220
MAHASISWA dan mahasiswi KKN Stisipol Raja Haji Tanjungpinang foto dengan anak-anak Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Minggu (8/7). F-istimewa

NATUNA – Mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah perbatasan tepatnya Kabupaten Natuna mulai berinteraksi dengan masyarakat.

Sebanyak 179 mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji bertolak ke Natuna, Sabtu (7/7) melalui Pelabuhan Sribayintan di Kijang, Kabupaten Bintan menggunakan kapal penumpang KM Bukit Raya. Rombongan waktu itu menempuh perjalanan sekitar 28 jam di laut dan tiba di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna. Setelah tiba, masing-masing kelompok yang telah dibentuk berpencar ke lokasi KKN-nya masing-masing.

Seluruh kelompok mulai menggelar silaturahmi dengan warga dan mengikuti sejumlah kegiatan baik olahraga maupun aktivitas masyarakat sehari-hari. Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka S Sos MPM mengatakan, target mereka sebenarnya tidak terlalu muluk-muluk. Namun, yang paling penting adalah bagaimana peserta KKN bisa diterima keberadaannya di tengah-tengah masyarakat dan pemerintah desa setempat tentunya. Karena pelajaran penting yang harus mereka dapatkan adalah, bagaimana bisa menggerakkan potensi masyarakat desa yang ada dengan pendekatan partisipatif.

”Selain itu, mahasiswa harus kreatif dalam menyumbangkan suatu ide baik dalam menggelar suatu kegiatan atau pun saat menjalankan program kerja,” sebut Endri Sanopaka yang juga turut mendampingi mahasiswa-mahasiswi-nya di Natuna.

Ia melihat, pemerintah desa dan masyarakat desa sangat responsif dengan kedatangan peserta KKN Stisipol Raja Haji. Hal itu dapat dilihat dari penyambutan, yang dilakukan oleh masyarakat. ”Kita lihat para peserta juga langsung action, dan langsung berbaur dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan stakeholder di desa,” terang Endri.

Dari 179 mahasiswa-mahasiswi yang ambil bagian, dibagi menjadi 17 kelompok yang disebar di 17 desa di 4 kecamatan yang ada di Natuna. Empat kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Tengah serta Kecamatan Bunguran Selatan. Setiap kelompoknya, terdiri dari 10 hingga 11 orang mahasiswa-mahasiswi. Sementara, pelaksanaan KKN tersebut selama 1 bulan lebih. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here