Mahasiswa KKN Jemput Bola Urus Akta dan KIA

0
338
MAHASISWA dan mahasiswi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang di Desa Batu Berapit yang tengah melaksanakan KKN berfoto di Pantai Padang Melang dan turut menyukseskan Festival Padang Melang (FPM) ke-V Tahun ini. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Mahasiswa-mahasiswi Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang yang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Anambas turut membantu menyukseskan program jemput bola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Program itu untuk melakukan perekaman administrasi kependudukan seperti Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Hal ini disampaikan Pembina KKN Stisipol Raja Haji 2019 di KKA Raja Abumanshur Matridi MPM, kemarin.

Ia menyampaikan, bahwa setiap kelompok KKN nantinya akan menyiapkan program untuk membantu Disdukcapil KKA dalam melaksanakan program kerja administrasi kependudukan.

”Untuk itu, mahasiswa kita nantinya akan membantu melakukan pendataan dengan bersosialisasi ke masyarakat terkait bagi siapa yang belum memiliki akta kelahiran dan KIA. Hal itu dilaksanakan dengan berkoordinasi kepada pihak UPT Disdukcapil di Letung,” terang Abumanshur.

Abumanshur juga menyarankan mahasiswa agar berjalan ke rumah warga bisa sambil menyampaikan dan bersosialisasi terkait pembuatan KIA anak umur 5 tahun ke atas dan di bawah 17 tahun harus dilakukan perekaman langsung.

Dengan demikian, masyarakat akan mengetahui serta menyiapkan terkait persyaratan yang harus dilengkapi masyarakat untuk mengurus akta kelahiran dan KIA.

Ia menambahkan, pada pelaksanaan event akbar pariwisata tahunan yakni Festival Padang Melang (FPM)-V, pihak Disdukcapil akan menyediakan alat perekaman di Pantai Melang.

Diketahui, event FPM-V digelar Rabu (17/7) hingga Jumat (20/7). Untuk itu, pelaksanaan KKN Stisipol Raja Haji benar-benar bisa membantu masyarakat pada saat perekaman untuk administrasi kependudukan yang dilaksanakan Disdukcapil KKA.

Sementara untuk persyarakat pembuatan KIA yakni dengan mengisi formulir permohonan akta pengakuan anak.

Selain itu, surat keterangan pernikahan dari pemuka agama dan surat pengantar dari pihak desa atau kelurahan setempat.

Masyarakat juga harus menyiapkan surat pengakuan anak dari ayah biologis bermaterai 6 ribu serta KTP pasutri sebagai pemohon berikut saksi.

Adapun kampus ini visinya mewujudkan Stisipol Raja Haji sebagai pusat kecemerlangan ilmu sosial tingkat regional berbasis teknologi informasi pada tahun 2030.

Nama besar pahlawan kebanggaan Tanah Melayu Riau yakni Raja Haji Fisabilillah, telah membangkitkan semangat anak negeri untuk meneladani nilai-nilai pejuangan beliau dalam wujud pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan.

Sebab hanya melalui pendidikan bangsa ini dapat mencapai kemajuan dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here