Mahasiswa KKN UMRAH Sosialisasi Fardu Kifayah

0
169
MAHASISWA UMRAH foto bersama usai sosialisasi fardu kifayah di Bintan. F-istimewa

BINTAN – Peserta KKN UMRAH Tanjungpinang menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi fardu kifayah. Kegiatan ini digelar di Kecamatan Gunung Kijang kabupaten Bintan desa Malang Rapat tepatnya di Kampung Pulau Pucung.

Di balik majunya pergerakan zaman pada saat sekarang ini cukup sulit mendapatkan petugas atau orangtua yang bisa mengurus jenazah di lingkungan masyarakat yang disebabkan kurangnya mental keberanian.

Terutama generasi muda yang hanya beberapa saja yang masih peduli dan mau belajar. Sehingga penyelenggaraan fardu kifayah jenazah didominasi oleh orangtua, padahal penyelenggaraan fardu kifayah jenazah tidak akan pernah berhenti selama umat masih ada.

Fardu kifayah sebagai wahana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan manusia mengenai penyelenggaraan jenazah dan juga salah satu status hukum pembuatan dalam Islam yang artinya ‘wajib’ bagi tiap individu muslim untuk melakukan hal tersebut.

Sebelum ada satu orangpun yang melakukan, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi orang muslim. Sementara, apabila tidak ada seorangpun yang memenuhi fardu kifayah, maka seluruh individu muslim dinyatakan meninggalkan kewajiban, dan pasti mendapatkan dosa.

Kesalahpahaman di kalangan umat Islam tentang apa yang dimaksud dengan fardu kifayah, banyak yang berpikir bahwa fardu kifayah adalah memandikan dan penyelenggarakan salat jenazah. Padahal secara definisi fardu kifayah adalah selah satu kewajiban yang harus dijalankan/di tunaikan secara bersama-sama.

Untuk itu, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi fardu kifayah pada tanggal 20 Agustus 2018.

Pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi dari fardu kifayah digelar dengan tujuan untuk menambah serta mengembangkan wawasan tentang penyelenggaraan jenazah di masyarakat.

”Sangat berharap kepada peserta agar dapat mengaktulisasikan ilmu yang didapat sehingga maampu memberikan konstribusi positif dalam menjalankannya,” ujar M.Afis Asraq selaku Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Gerakan Revolusi Mental merupakan gerakan yang dilakukan oleh seluruh masyarakat, termasuk mahasiswa.

Oleh karena itu, ini merupakan suatu kewajiban kita sekarang bagaimana mewujudkan persatuan umat Islam, kemudian mengangkat seseorang pemimpin yang nantinya berkewajiban dan amanah menangani dan mengerti fardu kifayah.

Pemateri H. Muh Ali dalam sambutannya mengatakan dalam menerima bimbingan yang diberikan ia mengingatkan peserta jangan dijadikan perdebatan apabila terdapat perbedaan.

Hal tersebut lantaran merupakan niscayaan dan bisa diambil hikmahnya. Ia berharap melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang dilaksanakan oleh peserta KKN UMRAH tahun 2018, mampu menciptakan generasi baru yang mampu melaksanakan penyelenggaraan jenazah. Serta menyamankan persepsi tentang penanganan penyelenggaraan janazah di tengah masyarakat. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here