Mahasiswa Minta Atribut Parpol di Bundaran Ditertibkan

0
799
SEJUMLAH mahasiswa menggelar aksi damai di bundaran simpang Dompak Km 8 atas. Mahasiswa meminta agar bendera parpol tidak di pasang di bundara karena menganggu keindahan kota dan melanggar peraturan daerah. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa (Gemas) Sekolah Tiinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji, menggelar aksi protes terhadap pemasangan bendera partai yang tidak mengindahkan keindahan kota dan aturan di bundaran simpang Dompak Km 8 atas, Kamis (18/1).

Koordinator aksi Gemas yakni Rajab menegaskan, bahwa dilokasi pemasangan bendera partai di bundaran simpang Km 8 atas ke arah Dompak sangat merusak keindahan taman di bundaran tersebut.

”Padahal disitu jelas sekali, ada papan aturan yang terpasang. Bahkan tulisannya sangat jelas, dilarang memasang spanduk, umbul-umbul, baliho dikawasan itu yang ditulis oleh Pemerintah Kota (Pemko) melalui badan perizinan. Tetapi tetap saja, bendera partai berkibar tanpa ada teguran keras,” tegas Rajab.

Tanggapan dari mahasiswa lainnya yakni Benny Oloan Marpaung menyebutkan, kita sadar serta mendukung semarak memasuki tahun politik pada tahun ini. Namun, Benny menegaskan aturan tetap harus dipatuhi dan partai yang memeriahkan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) dengan santun dimata masyarakat.

”Padahal taman di simpang itu sangat indah. Namun, keindahannya runtuh dengan adanya atribut partai. Seolah-olah yang memasang pura-pura buta, dan yang membuat aturan seperti membiarkan. Paadahal di bundaran itu jelas ada aturan yang terpasang dan tegak melarang untuk memasang segala atribut seperti bendera, umbul-umbul dan sebagainya. Harusnya, yang semacam ini harus ditindak tegas. Jika tidak, sampai kapan pun tetap berani memasang walaupun ada aturan pelarangan,” terang Benny.

Benny menambahkan, pihak berwajib harus segera menertibkan atribut-atribut partai yang terpasang yang menyalahi aturan. Masyarakat yang melihat aksi mahasiswa di bundara simpang km 8 atas tersebut mengapresiasi aksi gerakan mahasiswa tersebut yang mentang keras dengan menuliskan ”Peringatan! Ini kawasan umum apa tanah pribadi’.

”Kita senang memeriahkan tahun politik ini, dan saya sebagai masyarakat turut mendukung mensukseskan Pilkada Kota Tanjungpinang lancar terlaksana. Tetapi, sebagai Partai Politik (Parpol) kita harapkan juga santun dan beretikan dalam meramaikan Pilkada ini. Tunjukkan kepada masyarakat, Parpol mengindahkan aturan dimata masyarakat dan jangan merusak keindahan ditempat umum yang jelas melanggar aturan. Satpol PP harus menertibkan segala atribut Parpol ini,” terang Ali, warga yang melihat saat jalannya aksi. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here