Mahasiswa-Pelajar Muhammadiyah Galang Dana untuk Palu

0
145
IKATAN mahasiswa dan ikatan pelajar Muhammadiyah Tanjungpinang menggalang dana untuk Palu di Batu 8, Selasa (2/10). F-istimewa

TANJUNGPINANG – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri, melakukan aksi galang dana untuk saudara setanah air yang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Ikatan mahasiswa dan pelajar Muhammadiyah ini melakukan aksi galang dana tersebut di empat titik lampu merah Kota Piring Kilometer 8, Tanjungpinang, Selasa (2/10).

Rasyid Maulana sebagai koordinator lapangan sekaligus Kepala Bidang Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Tanjungpinang mengatakan, apa yang dirasakan dan dialami oleh masyarakat Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah adalah derita bersama sebagai masyarakat Indonesia. ”Empati begitu besar untuk saudara-saudara setanah air kita yang telah terluluhlantahkan oleh gempa bumi dan tsunami. Penggalangan dana ini adalah bukti rasa kemanusiaan Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia,” jelasnya, kemarin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Tanjungpinang melakukan penggalangan dana dengan mengumpulkan sumbangan dari pengendara yang melintas di lampu merah Kota Piring Kilometer 8.

”Bantuan ini kita kumpulkan untuk membantu saudara kita semua yang menjadi korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah,” jelas Rasyid Maulana.

Kata dia, Muhammadiyah secara umum serta ikatan mahasiswa dan pelajar Muhammadiyah sebagai Ortom secara khusus turut prihatin dan merasakan duka para korban bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

”Saat ini saudara-saudara kita di sana membutuhkan uluran tangan dari saudara-saudara se-tanah air. Sebagai sesama anak bangsa setanah air, ikatan mahasiswa dan ikan pelajar Muhammadiyah terpanggil untuk membantu saudara yang terdampak bencana alam,” tambahnya.

Ikatan mahasiswa dan ikatan pelajar Muhammadiyah berharap, semoga bantuan yang sudah digalang dan akan disalurkan ke Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah dapat meringankan beban korban bencana alam.

Rasyid Maulana menambahkan, penggalangan dana juga akan dilakukan untuk membantu saudara-saudara lain jika terjadi bencana alam lagi.

Bantuan dana ini akan diberikan ke LAZIZ MU Kota Tanjungpinang untuk langsung disalurkan agar dapat meringankan duka para korban.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah hingga Selasa siang lalu sudah mencapai 1.234 orang.

Korban berasal dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.

Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala, Jumat, (28/9) sore lalu. Gempa tersebut disusul dengan gelombang tsunami yang menerjang wilayah Palu. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here