Mahasiswa Rancang Alat Anti Polusi Udara

0
660
INOVASI: Budi Purnomo, dengan inovasi rancangan filter asap otomatisnya. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Bencana kabut asap yang kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia, menjadi ide bagi Budi Purnomo untuk menciptakan filter asap otomatis.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang ini kini masih berupaya merancangan alat filter asap otomatis itu, sebagai bahan tugas akhirnya di STTI.

”Ini bermula dari rasa prihatin saya saat kita didera masalah kabut asap. Kira-kira tahun 2015 lalu kondisi udara Tanjungpinang berasap. Masalah itu membuat saya berpikir untuk merancang dan membuat alat filter asap,” ujar Budi, Selasa (7/2).

Walau masih dalam tahap perakitan, Budi yakin penelitiannya mampu mendeteksi asap serta menyaringnya menjadi udara bersih.

Tidak main-main, alat tersebut juga dapat dikendalikan dari bantuan Smarthphone berbasis teknologi Android. Tentunya dengan dukungan aplikasi khusus, yang dapat memerintahkan alat tersebut untuk menyaring asap secara mandiri dengan bantuan filter.

”Cara kerjanya, menggunakan sensor yang berfungsi sebagai pendeteksi asap. Lalu sensor asap akan mengirim pesan ke mikro kontroler, dan setelah dari mikro kontroler yang berupa pesan. Selanjutnya akan diberi perintah kepada Smartphone android. Dari Android itu akan mengirim pesan kembali ke mikro kontroler untuk mengaktifkan kipas penghisap asapnya,” jelasnya.

Pada Smartphone tersebut, lanjut Budi, akan ada pilihan perintah secara manual dan otomatis.

Untuk manual, hanya dapat mengirim pesan untuk menghidupkan dan mematikan kipas. Dengan sistem otomatis, maka alat tersebut akan beroperasi secara mandiri tanpa diperintah dari Smartphone.

”Kalau kita menerapkan mode sistem otomatis, setiap mendeteksi asap seperti di dalam ruangan. Kipasnya akan menyala dengan sendirinya. Jika tidak terdeteksi, maka kipasnya akan mati dengan sendirinya,” sebutnya.

Untuk mewujudkan alat itu, Budi pun mengalami kesulitan dalam memperoleh alat-alat elekronik pendukung di Kepri.

Namun, semangatnya tidak berkurang, untuk mendapatkan alat-alat pendukung tersebut dengan mendatangkan dari Pulau Jawa. Budi pun menyampaikan, rancangan tugas akhirnya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

”Sulit juga. Tetapi, saya merasa tertantang untuk mengembangkannya. Sedangkan teman-teman lainnya berhasil. Saya juga harus berhasil. Persoalannya hanya pada suku cadang (spare part) elekronik, yang harus didatangkan dari luar Kepri. Jika tersedia di Kepri, maka rancangan ini akan cepat selesai,” ungkapnya.

Selain itu, Budi juga pernah meraih prestasi juara ketiga. Pada lomba robot line follower, dan kini ia masih berkonsentrasi dalam menentukan filter penyaring udara yang akan digunakan.

Menurutnya, butuh ketelitian dalam merumuskan filter untuk menyaring asap dan menjadikan udara lebih bersih serta aman.

”Ada serangkaian tes uji coba yang harus dilakukan demi keberhasilan fungsinya alat pendeteksi asap ini,” katanya. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here