Mahasiswa Serukan Bantu Korban Banjir di Anambas

0
746
SALAH satu warga Desa Ulu Maras kebanjiran akibat meluapnya bendungan Dapit.F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

BATAM – Ikatan Mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Anambas di Batam mengajak seluruh lapisan masyarakat Kepri membantu korban bencana alam yang terjadi di Anamabas.

Warga Jalan Air, Belimbing Desa Mampok Kecamatan Jemaja mengalami musibah tanah longsor. Selain itu, meluapnya waduk di Dapit Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur yang mengakibatkan banjir.

Hal ini disampaikan mahasiswa Politeknik Batam asal Anambas Fachri. Ia mengatakan saat ini korban tanah longsor dan banjir membutuhkan bahan pangan. Tercatat sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) korban terkena banjir.

Baca Juga :  50 Mahasiswa STIE Pembangunan Ikuti LDK

”Kami putra-putri dari Anambas merasa sedih, dan ingin mengajak kawan-kawan termasuk mahasiswa di kabupaten/kota Kepri tergerak untuk mencari donasi bagi korban bencana alam,” ucap Fachri, Minggu (14/1).

Kejadian tanah longsor tidak hanya terjadi di Anambas, bahkan ada juga di Kabupaten Bintan tepat di Tambelan. Ini musibah awal tahun di Kepri, sebagai bentuk kekeluargaan, perlu bahu membahu membantu korban.

”Kita semua keluarga, apakah korban yang di Tambelan dan Anambas. Mudahan-mudahan bantuan yang diberikan meringankan beban mereka,” paparnya.

Ia menambahkan, ia sudah melakukan koordinasi dengan putra-putri asli Anambas yang kuliah di Tanjungpinang. Seperti Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Baca Juga :  STISIP Lepas 65 Mahasiswa KKN

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan dan kampus lainnya. ”Mereka juga sudah merencanakan menggelar aksi turun ke jalan menggalang bantuan. Sama seperti penggalangan dana bantuan bagi korban bencana kebakaran di Kampung Cina di Lingga,” terangnya.

Fachri mengungkapkan, saat ini Anambas dan Natuna sedang dilanda hujan. Disertai badai angin yang masih berhembus kencang dan membuat sejumlah operator pelayaran dan nelayan tidak berani beraktivitas. Dengan keadaan cuaca ekstrim tersebut, lanjut Fachri, bantuan di kirimkan melalui kapal agak terhambat.

Baca Juga :  KKLN Stisipol berkunjung ke Asia e University

Mungkin perlu bantuan menggunakan pesawat. Ini jika memungkinkan. ”Kami dari Kampus Politeknik Batam, menggalan dana dan juga berupa logistik,” tuturnya. Mudah-mudahan segera bisa di kirimkan dan meringankan beban korban. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here