Mahasiswa STAI Miftahul Ulum Belajar Zakat

0
87
ROMBONGAN mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang foto bersama pengurus BAZNAS Kota Tanjungpinang saat berkunjung. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam STAI Miftahul Ulum (STAI MU) Tanjungpinang, belajar bagaimana mengelola zakat.

Merekapun mengunjungi Kantor Badan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tanjungpinang, Jumat (2/11).

Kunjungan mahasiswa-mahasiswi dari Prodi Ekonomi Syariah itu, sejalan dengan mata kuliah Manajemen Wakaf dan Zakat.

Mereka ke Kantor BAZNAS karena lembaga ini merupakan bentukan pemerintah yang sifatnya nonstruktural dan mandiri serta bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama.

Kunjungan tersebut sekaligus untuk menanggapi isu yang beredar tentang Peraturan Daerah (Perda) tentang pemotongan zakat penghasilan 2,5 % dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dosen yang membawa rombongan mahasiswa-mahasiswi Prodi Ekonomi Syariah Dwi Vita Lestari Soehardi, M.Pd mengatakan, apa yang digali dari pihak BAZNAS tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan teori mata kuliah Manajemen Wakaf dan Zakat.

”Tujuan kunjungan itu, agar mahasiswa-mahasiswi memahami bagaimana manajemen pengumpulan zakat dan pengelolaannya. Mereka juga langsung mengikuti sesi tanya jawab kepada pengurus BAZNAS Kota Tanjungpinang,” terang Dosen cantik yang juga seorang Make Up Artist ini, kemarin.

Dalam kunjungan itu, pihak BAZNAS sangat menyambut baik kedatangan rombongan mahasiswa-mahasiswi STAI Miftahul Ulum.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tanjungpinang Amir Hamzah turut memberikan materi terkait apa saja yang dikerjakan oleh lembaganya.

”Pada kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS mensosialisasikan tentang materi zakat. Sehingga, nantinya akan menjadi ilmu pengetahuan mahasiswa-mahasiswi dan mereka akan membuat laporan setelah kunjungan untuk memenuhi mata kuliah Manajemen Wakaf dan Zakat,” terang Vita, yang juga seorang pengurus di organisasi ICMI Orda Kota Tanjungpinang.

Menurutnya, zakat termasuk rukun Islam tentunya sebagai salah satu kewajiban bagi umat muslim.

Melly Septiani, mahasiswi STAI Miftahul Ulum yang turut serta dalam kunjungan itu mengatakan, banyak pengetahuan yang ia serap dengan berkunjung ke BAZNAS.

Pihak BAZNAS menjelaskan macam-macam zakat, serta cara menghitung besar kewajiban zakat yang benar.

”Zakat itu banyak jenisnya. Seperti zakat perdagangan, zakat emas, zakat profesi atau penghasilan, zakat uang simpanan, zakat hasil tambang, zakat peternakan serta zakat pertanian. Kami juga diberitahukan seberapa besaran yang harus dikeluarkan,” terang Melly.

Ia menambahkan, pihak BAZNAS juga memperlihatkan dan menjelaskan tabel bagaimana cara menghitungnya dari zakat emas sampai zakat pertanian.

”Zakat ada nishab atau batas minimal, haul atau batas waktu. Lalu persentase besar zakatnya, mereka menjelaskan sangat detail,” ungkap Melly. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here