Mahasiswa STAIN-SAR Bikin Konten Tafsir Alquran

0
232
mahasiswa STAIN-SAR Kepri, Abdul Rahman memperkenalkan aplikasi belajar Tafsir Alquran di TPQ Masjid Nurul Ikhwan. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Di tengah pandemi Korona di Indonesia, para pelajar didorong mengikuti program pendidikan.

Seperti yang dilaksanakan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN-SAR) Kepulauan Riau.

Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), mengajari para siswa. Salah satunya dilaksanakan kelompok KKN Orange.

Ketua Kelompok KKN Orange, Abdul Rahman mengatakan, para siswa melaksanakan mengaji dan tafsir Alquran tetap berjalan lancar melalui aplikasi YouTube dan Instagram.

Ia menuturkan, memanfaatkan aplikasi agar anak-anak mudah belajar mengaji dan ilmu tafsir Alquran.

Kegiatannya dilaksanakan di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Masjid Nurul Ikhwan, Perumahan Griya Bestari Permai.

”Ini sangat penting dilakukan karena saya lihat, beberapa lokasi aktivtas mengaji Alquran terhenti karena menghindari penyebaran virus Covid-19. Tentu ini jadi tantangan dan kami membuat inovasi belajar lebih mudah,” sebut Rahman.

Baca Juga :  Seluruh Dosen UMRAH Saling Memaafkan

Kebetulan, lanjut Rahman, karena sedang menjalani program KKN maka ia pun berinisiatif membuat terobosan itu.

Untuk itu, dengan cepat ia membuat konten visual video tentang ilmu Tafsir Alquran.

Lalu, konten itu diunggahnya melalui aplikasi Youtube dan Instagram.

”Awalnya saya perkenalan dengan anak-anak di TPQ setempat. Setelah itu saya buat konten tentang ilmu tersebut. Selanjutnya untuk memudahkan mereka, kami pribadi juga memberikan voucer kuota internet. Selanjutnya, kami juga adakan tatap muka membahas materi yang dikonten tersebut. Tujuannya, agar anak-anak yang mengalami kesulitan memahami melalui melihat video itu bisa mengerti,” tuturnya.

Bahkan, ia pun menyediakan manual book untuk mereka pelajari juga di rumah terkait ilmu tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan kepada mereka.

Mahasiswa STAIN-SAR Kepri saat tengah melaksanakan KKN dengan metode PAR dan ABCD.

Metode PAR adalah Participatory Action Research yakni metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif diantara warga masyarakat dalam suatu komunitas.

Baca Juga :  Cetak Tenaga Pendidik Berbasis Agama.

Sedangkan metode ABCD merupakan, pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat difokuskan pada pengembangan aset yang dimiliki masyarakat, sebagai basis utama pengembangan masyarakat.

Metode ini lebih cenderung kepada pemetaan aset, yang berada di wilayah KKN tersebut. Hal ini disampaikan Kepala P3M yakni Doni Septian MIP.

”KKN kali ini mahasiswa/i melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis online di wilayah tempat tinggal masing-masing secara mandiri. Dengan membuat konten-konten edukasi yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan tema yang ada dengan memanfaatkan platform media sosial seperti WA Grup, Youtube, Instagram, Twitter dan lainya,” tuturnya.

Selanjutnya, peserta membuat laporan kegiatan untuk KKN seperti log book, jurnal ilmiah, dummy, dan link kegiatan yang diunduh di akun media sosial masing-masing.

Selanjutnya ia menambahkan, sesuai dengan tema tahun ini maka target yang diharapkan tahun ini tercapai.

Baca Juga :  Kurikulum Teknik Harus Inovatif

Diantaranya, mahasiswa atau peserta KKN mampu memberikan ide-ide atau gagasan yang kreatif dan inovatif yang tentunya bermanfaat kepada seluruh lapisan masyarakat.

Lebih khusus, kepada masyarakat yang tedampak langsung oleh wabah pandemi Covid-19 ini.

”Selanjutnya peserta KKN mampu membangun kerja sama yang baik antar lembaga sosial kemasyarakatan, dan stakeholder yang terkait seperti camat, lurah, kades, dan atau gugus tugas resmi penanggulangan Covid-19 ini,” imbuhnya.

Tentunya, para peserta wajib patuh protokol kesehatan, dan mengantongi surat izin yang serendah-rendahnya dari level RT setempat. Jika mengharuskan untuk turun kelapangan.

Serta membuat laporan output berupa buku maupun jurnal ilmiah. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here