Mahasiswa STIE Bantu 80 UMKM

0
501
Eka Kurnia Saputra

TANJUNGPINANG – Sekitar 80 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan UMKM di Tanjungpinang dan Bintan akan menjadi mitra untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan.

Mereka membina 80 UKM yang kini pendapatannya sedang menurun karena pandemi Covid-19.

Mahasiswa STIE Pembangunan akan membantu memajukan melalui program KKN. Misalnya promosi melalui internet dan lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Eka Kurnia Saputra, selaku dosen dan juga menjabat Plt Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIE Pembangunan Tanjungpinang, Kamis (24/9).

”STIE Pembangunan sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang fokus dibidang ilmu ekonomi. Mengingat, saat pandemi Covid-19 ini. Tentunya seluruh sektor terkena dampaknya terutama perekonomian. Dengan melihat situasi ini kami ingin membantu. Baik secara teoritis dan praktik kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang terdampak langsung dari pandemi karena omzetnya menurun drastis. Untuk itu kami mengemasnya melalui program KKN,” jelas Eka.

Baca Juga :  Kampus Butuh Buku, Silakan MoU

Lanjut Eka, situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini turut berdampak pada daya beli dan kini sedang menurun drastis.

”Nah peran kami dari akademisi STIE Pembangunan melalui kegiatan KKN, mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan diperkuliahan ke dunia nyata untuk membantu persoalan yang dihadapi UKM dan UMKM. Dengan harapan ilmu manajemen dan akuntansi dapat terserap, oleh pelaku UKM dan UMKM dan dapat memajukan pertumbuhan usahanya kedepan,” tambah Eka.

Terpenting, kata Eka, pelaksanaan KKN kali ini tetap dilaksanakan dengan metode Dalam Jaringan (Daring) atau virtual.

Baca Juga :  Mahasiswa Simulasi Sidang PBB

”Jika memang harus terjun ke lapangan untuk keperluan mengambil data, maka maksimal disarankan hanya 5 orang saja dengan durasi kunjungan selama 3 jam. Mereka juga akan dibina dan dipantau oleh masing-masing Dosen Pembina Lapangan (DPL) nya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kelompok KKN yang dibentuk seluruhnya berjumlah 21 kelompok besar. Dengan masing-masing kelompok, biasanya terdiri dari 20 orang.

Khusus dimasa pandemi saat ini, pihaknya membagi kelompok berdasarkan domisili saja.

Hal itu dilakukan, demi menghindari penolakan dari warga dan mengurangi interaksi orang dari domisili yang berbeda baik berbeda kelurahan maupun kecamatan.

”Dari kelompok besar itu, nanti akan dibagi lagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 5 hingga 7 orang. Maksud dari pembagian kelompok kecil ini, untuk mengurangi adanya perkumpulan atau keramaian demi tetap mengedepankan protokol kesehatan. Total peserta yang ikut KKN berjumlah 443 mahasiswa/i,” jelas dia.

Baca Juga :  Sebelum Kuliah, Kenali Dulu Kampus & Dosen

Direncanakan 10 Oktober pihak STIE Pembangunan Tanjungpinang akan melepas mahasiswa melaksanakan KKN.

Menggandeng kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Disperindag dan YAKESMA.

Terkait laporan, masih kata Eka, dibuat dalam bentuk laporan hasil KKN seperti laporan pada umumnya. Nantinya, laporan itu dijilid kemudian diberikan kepada pihak UKM dan kampus.

Setiap kelompok akan mengumpulkan laporan sejumlah kelompok kecil yang dibentuk. Jika dalam satu klompok ada 5 kelompok kecil, maka akan ada 5 laporan hasil KKN. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here