Mahasiswa STIE Laksanakan KKN di Bintan

0
779
BERDISKUSI: Dosen Manajemen STIE Pembangunan, Risnawati berdiskusi program kerja KKN mahasiswa bersama masyarakat Desa Gunung Kijang. F-ISTIMEWA

BINTAN – Mahasiswa-mahasiswi dari kampus STIE Pembangun Tanjungpinang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Mereka merupakan Kelompok 24 yang terdiri dari 10 orang dari Program Studi (Prodi) Ekonomi Manajemen dan Akuntansi. Mereka kini sedang menempuh semester tujuh.

Selama KKN akan melaksanakan berbagai program kerja. Tujuannya, untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di lokasi masyarakat sekitar. Dosen Prodi Manajemen STIE Tanjungpinang yang juga pembimbing dari Kelompok 24, Risnawati S Sos MM mengatakan, sebelum melaksanakan KKN ke lapangan mahasiswa menggelar sharing bersama masyarakat program kegiatan yang akan dilaksanakan.

Sehingga, semua kegiatan sudah tersusun melalui program kerja. mencapai tujuan bersama. ”Minggu (26/11) lalu kita menggelar pertemuan dengan masyarakat di desa itu. Untuk menyampaikan program kerja yang akan dilaksanakan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Pihaknya mengangkat tema ”Pembelajaran dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (KKN P2EM)” Di pertemuan itu, masyarakat diajak bertukar pikiran tentang memulai suatu usaha serta berbagai hal lainnya termasuk pembukuan dan pemasarannya.

Selain itu, bersama mahasiswa mempelajari apa kendala masyarakat dalam mengembangkan usaha. ”Mahasiswa mencarikan solusi. Terpenting mengajarkan ilmu-ilmu manajemen dan pembukuan yang sederhana agar mudah dimengerti,” terangnya.

Ada banyak Kelompok Usaha Bersama (Kube) hanya saja tidak semua berkembang. Melalui ilmu diberikan, masyarakat ke depan harus sudah mengerti berbagai stategi usaha. Dengan demikian, usahanya akan lebih maju.

Untuk itu, kelompok 24 menggelar beberapa program kegiatan diantaranya seminar manajemen usaha, akuntansi pembukuan, merancang kemasan produk usaha berikut kreativitas label dan merek yang menarik.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga membantu bagaimana mencari pasarnya. Menyarankan menjual produk sampai ke luar daerah bahkan negeri melalui media sosial (Medsos). Terpenting juga kemasan produknya dan tentu kualitasnya juga harus bagus. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here