Mahasiswa STIE Latih Ibu-Ibu Kampung

0
797
LATIHAN: Mahasiswa dan mahasiswi kelompok KKN kelompok 26 STIE Pembangunan saat demo membuat dendeng dari daun singkong di Balai Desa Toapaya.f-istimewa

Cara Buat Dendeng Daun Singkong

BINTAN – Kelompok 26 Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan, menggelar pelatihan pembuatan dendeng dari bahan dasar daun ubi. Pelatihan itu berlangsung di Balai Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya mulai 24 hingga 26 November lalu.

Namun, puncak kegiatan KKN kelompok 26 sejak Jumat (1/12) sampai Minggu (3/12). Dosen pembina lapangan kelompok KKN 26 Selvi Fauzar SE MM menjelaskan, pelatihan cara membuat dendeng dari daun ubi atau sebutan lainnya singkong untuk memanfaatkan hasil pertanian menjadi sebuah produk.

Baca Juga :  Mahasiswa STAIN SAR Juara I Nasional

Pelatihan ini ditujukan bagi ibu-ibu, sekaligus mensosialisasikan cara kreatif mengemas agar bernilai jual. Kegiatan ini mengajarkan mahasiswa/i, untuk mengabdi kepada masyarakat dalam mengembangkan ide dari hasil pertanian di lokasi tempat KKN.

Karena tanaman kebun berupa singkong di Desa Toapaya sangat banyak ditanami masyarakat, maka perlu adanya terobosan bagi masyarakat dalam mengembangkan hasil kebun menjadi produk makanan yang mampu meningkatkan perekonomian di desa. ”Sebab, pada umumnya masyarakat desa rata-rata hidup dari bertani,” jelasnya Selvi yang hari-hari mengajar sebagai dosen di bidang ilmu pemasaran, Jumat (15/12).

Baca Juga :  Rektor UMRAH Lepas Peserta ENJ 2017

Ia menambahkan, proses pembuatan dendeng dimulai dari menumbuk daun singkong tersebut lalu dikukus. Setelah daun yang ditumbuk selesai dikukus, lalu dipotong-potong dalam bentuk petak-petak lalu tahapan berikutnya dijemur hingga kering. ”Setelah kering, lalu digoreng dan setelah matang dicampurkan dengan cabai giling,” terang Selvi.

Menariknya, pengembangan ide pembuatan dendeng dari daun singkong jadi antusias masyarakat desa khususnya ibu-ibu untuk mengetahui proses pembuatannya dengan menggelar demo memasak.

Saat ditanyakan mengapa memilih menggelar pelatihan pembuatan dendeng, Selvi menjawab, selain untuk mengajak masyarakat mengembangkan potensi pertanian juga mengajarkan mahasiswa/i KKN untuk berpikir kreatif dalam mengolah bahan baku daun singkong menjadi produk yang bernilai jual. ”Mahasiswa/i harus berpikir kreatif, mampu menciptakan produk yang bernilai jual tinggi. Sekaligus mengabdi kepada masyarakat,” katanya. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here