Mahasiswa STIE Pembangunan Bunuh Diri

0
407
Jenazah korban saat di evakuasi pihak keluarga dan kepolisian, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Erdiyan Syah Dani (26), mahasiswa tingkat akhir Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Sebelum gantung diri, korban sempat mengirim pesan ke pacarnya. Inti pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp, ia minta maaf kepada pacarnya. Korban gantung diri di rumah kakak kandungnya di Jalan Fisabilillah gang Pandan Lorong Satu, RT03/RW02, nomor 11 A, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Jumat (31/8) sekitar pukul 09.00.

Kejadian ini, menghebohkan warga perumahan setempat. Banyak terkejut mendengar korban ditemukan tewas gantung diri.

Ketua RT03/RW02, Rifai mendapat kabar korban meninggal gantung diri setelah diberitahu kakak korban. Dia langsung mendatangi rumah tersebut untuk melihat langsung. Kemudian Rifai menghubungi pihak kepolisian. Tak lama berselang, pihak kepolisian mendatangi rumah korban.

”Saya dapat laporan dari kakaknya, korban tewas gantung diri di kamar. Saya langsung hubungi polisi,” katanya.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno mengatakan, korban gantung diri menggunakan tali ikat pinggang. Dua jam sebelum ditemukan meninggal dunia, kakak korban masih melihat dalam kondisi sehat.

”Sekitar pukul 7 pagi, kakaknya masih melihatnya beraktivitas seperti biasa,” sebutnya.

Namun, tiba-tiba kakak dihubungi pacar korban memberitahu kejadian tersebut.

Sebab, sebelum melakukan gantung diri, Erdiyan masih berkomunikasi dengan pacarnya lewat WhatSapp.

”Kejadian ini diketahui kakak korban dari pacarnya. Korban gantung diri pakai tali ikat pinggang,” jelasnya.

Disinggung apakah motif kematian korban karena asmara, Kasat menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalaminya. Dia menyampaikan, korban sempat memberitahu dan sempat menyampaikan permintaan maaf lewat chatting WhatSapp kepada pacarnya sebelum mengakhiri hidupnya.

”Sedang kita dalami dulu apa penyebabnya. Yang jelas korban mengirimkan pesan permintaan maaf bahwa telah menyusahkan kekasihnya dan keluarganya,” jelasnya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, korban dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang untuk autopsi. Setelah itu, korban dibawa ke rumahnya di Pulau Penyengat untuk disemayamkan.

”Kita tunggu dulu hasil visumnya seperti apa. Rencananya hari ini juga pihak keluarga mau bawa ke Penyengat untuk disemayamkan,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here