Mahasiswa STISIP Lingga Ragukan Legalitas Kampus

0
858
BELAJAR: Mahasiswa STISIP sedang mengikuti proses belajar di kelas. F-TENGKU/TANJUNGPINANG POS

LINGGA – Tak kunjung jalani wisuda untuk angkatan pertama, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bunda Tanah Melayu (BTM) Daik Lingga mulai ragu terhadap legalitas kampus tersebut. Salah seorang mahasiswa semester sembilan di STISIP Lingga yang enggan namanya ditulis mengaku belum mengetahui kapan waktu pelaksanaan wisuda.

Hal ini karena belum menerima kejelasan dari pihak dosen maupun manajemen kampus. ”Kami minta kejelasan dari kampus STISIP BTM dan yayasan untuk memperjelas nasib kami ini, sekarang kami sudah semester sembilan namun belum ada titik terang dan pemberitahuan pelaksanaan wisuda,” kata mahasiswa tersebut.

Ia mengungkapkan, setidaknya pihak kampus memberikan jadwal wisuda agar mahasiswa dapat mengikuti rangkaian dmei rangkaian yang harusnya dilaksanakan sebelum wisuda.
Misalnya kapan mahasiswa dapat menentukan judul skripsi, jadwal proposal, sidang skripsi dan mengumpulkan berkas-berkas diinformasikan. ”Sekarang ini, kawan-kawan banyak yang malas masuk kuliah karena kami tidak tau kapan di wisuda,” sebutnya.

Pria yang mengaku angkatan pertama ini menjelaskan, memulai perkuliahan awal kampus itu berdiri, 2013 lalu. Ia menilai, sudah seharusnya ia bersama mahasiswa angkatannya wisuda. ”Semestinyakan di tahun ini sudah ada yang di wisuda. Mahasiswa yang semester sembilan cukup banyak dari yang tahun-tahun setelah kami,” katanya.

Sementara itu, mahasiswa lainnya juga mempertanyakan nasib mereka yang tak kunjung ada kejelasan tersebut. ”Kami kuliah disini karena dekat, tidak perlu ngontrak rumah lagi dibandingkan kuliah di luar daerah seperti Tanjungpinang, Batam dan lainnya. Tapi, yang buat kami bingungsampai sekarang kami belum wisuda. Rasanya, seperti sudah tidak ada titik terang masa depan,” ujarnya sembari menyebutkan tak ingin melanjutkan kuliah sebelum ada kejelasan.

Pantauan di lapangan kawasan Kampus STISIP BTM Lingga yang berada di Desa Merawang Kecamatan Lingga itu terlihat mulai sepi. Tidak satupun terlihat dosen atau pengurus Yayasan Gelige Lingga sebagai pengurus Stisip Bunda Tanah Melayu berada ditempat. Ketua Yayasan Gelige Lingga, Dewi Kartika tidak bisa dihubungi melalui seluler untuk dimintai konfirmasi.  Salah seorang penasehat yayasan Gelinge Lingga, mengaku telah mendapatkan informasi terkait keruguan mahasiswa saat ini. ”Saya sudah dengar infomasi ini,” singkatnya. (tir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here