Mahasiswa Stisipol Bangun Pagar TK

0
666
MAHASISWA KKN Stisipol Raja Haji Tanjungpinang di Kecamatan Kecamatan Bunguran Timur Natuna sedang membangun pagar TK Negeri 001, baru-baru ini. F-istimewa

Bantu Dunia Pendidikan di Natuna

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang membangun pagar TK Negeri 001 di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.

NATUNA – INI salah satu bentuk pengabdian mahasiswa untuk membantu warga di sektor pendidikan. Inisiatif dari mahasiswa itu muncul setelah mengetahui sekolah TK itu minim perhatian dari Pemerintah Daerah setempat.

Sebelum mermbangun pagar dengan bahan bambu, kelompok mahasiswa pun melakukan pendekatan dengan pihak sekolah. Sekaligus mendengarkan paparan dari kepala sekolah TK negeri tersebut tentang pemotongan gaji guru yang mengajar untuk menutupi biaya operasional sekolah.

Ketua Kelompok KKN Stisipol Raja Haji Desa Tanjung Samsudin Harahap mengatakan, dirinya sangat menyayangkan kondisi sekolah tersebut karena terbuka lebar tanpa ada pagar.

Padahal, untuk TK perlu ada pagar agar anak-anak yang belajar tidak lari kemana-mana dan bisa jatuh. Keamanan dan kenyamanan anak-anak saat belajar dan bermain harus dijaga. Untuk itulah mereka membangun pagar tersebut.

Ia berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna mau memperhatikan nasib sekolah itu. ”Jika seandainya Pemerintah Daerah mau memperhatikan sekolah TK tersebut, pasti tidak terjadi seperti ini. Apalagi sampai gaji guru yang dipotong,” terang Samsudin.

Samsudin menambahkan, pada waktu diskusi pihak sekolah menyampaikan telah memberitahukan kondisi sekolahnya kepada kecamatan bahkan ke Dinas Pendidikan.

Namun, lanjut Samsudin, responnya masih belum terlihat dan masih kurang dan hal itu disampaikan kepala sekolahnya Januryani S pd.

”Kami selaku mahasiswa KKN Stisipol Raja Haji Tanjungpinang mengambil sikap untuk membantu dan mengembangkan sekolah tersebut. Bahkan kepala sekolahnya pun sudah mengajukan anggaran, mulai dari OPD dan sampai hari ini belum keluar,” terangnya.

Untuk itu, apa pun kondisinya tak menghanyutkan mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji dalam masalah tersebut.

Justru dengan persoalan itu, keberadaan mahasiswa dengan program KKN sangat dinantikan sebagai jawabannya menangani persoalan di tengah masyarakat.

Untuk itu, Samsudin bersama kelompoknya turut mendorong dan memberikan semangat kepada pengajar di sekolah itu. Mengenai pagar itu, ia bersama anggota kelompoknya mulai mencari bambu dan bergotong-royong membangun pagar.

Menurutnya, bersama kelompok KKN ia memberikan solusi, belajar dengan proses yang menyenangkan. ”Tidak ada yang salah jika kita ingin menjadikan sekolah itu menarik dan rapi. Sekolah adalah tempat anak-anak belajar bersosialisasi dengan teman-temannya,” terangnya.

Sambil mengerjakan pagar, tak lupa juga menyapa adik-adik TK yang tampak riang bermain di halaman sekolah itu. Menurutnya, pendidikan TK berperan penting dalam mengembangkan kepribadian anak sejak dini.

Sebelumnya, mahasiswa dari kelompok ini sudah gotong-royong memperbaiki saluran pipa air yang bocor di Desa Tanjung Natuna, Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Pipa air yang bocor karena terkena cangkul milik warga yang sedang bergotong-royong. Sehingga, air bersih yang dibutuhkan sehari-hari membanjiri jalan.

Pipa air yang bocor tersebut diketahui berasal dari sumber air di Gunung Salahan. Dengan sigap, mahasiswa Stisipol yang sedang bergotong-goyong itu langsung membenahi pipa bocor tersebut.

Tidak hanya itu, mahasiswa-mahasiswi juga menggelar sejumlah kegiatan dengan masyarakat dan aparatur desa setempat.

Ketua Kelompok KKN Desa Tanjung Samsudin Harahap mengatakan, adanya kejadian seperti bocornya pipa air tentulah harus disikapi dengan cepat tanpa harus menunggu warga memperbaikinya. Sebab, menurut Samsudin, segala persoalan yang terjadi di desa perlu disikapi seorang mahasiswa ketika KKN.

”Ini bukan soal mudahnya memperbaiki pipa bocor, tetapi inisiatif dalam bertindak untuk membantu warga menyelesaikan persoalan seperti pipa bocor itu harus ada di dalam diri mahasiswa,” terang Samsudin, mahasiswa Stisipol Raja Haji jurusan Ilmu Pemerintahan tersebut.

Sebagai mahasiswa yang KKN tentunya berkesempatan menunaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here