Mahasiswa Stisipol Belajar Diplomasi di Thailand

0
193
ROMBONGAN mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang ketika mendengarkan paparan dari Acting Konsul di Konsulat RI Songkhla Thailand, Senin (6/8). F-istimewa

THAILAND – Setelah mengunjungi beberapa universitas di Malaysia, rombongan mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang menuju Thailand, Senin (6/8) lalu.

Rombongan tiba di Konsulat RI tepatnya di kota Songkhla, Thailand. Kunjungan kali ini, sama sepeti kunjungan Kuliah Kerja Luar Negeri (KKLN) tahun 2017 lalu yang menjadi agenda pada Program KKLN tahun 2018 saat ini.

Dengan mengunjungi Konsulat RI di Songkhla, mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji langsung diterima pejabat RI dan menggelar dialog.

Dengan demikian, mahasiswa-mahasiswi mengerti apa saja persoalan yang dihadapi Indonesia di negara tetangga khusunya Thailand. Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka S.Sos MPM menyampaikan, bahwa kedatangan mahasiswa-mahasiswi KKLN Stisipol Raja Haji 2018 ke Thailand ini disambut baik oleh pihak Konsulat RI di Songkhla, Thailand.

”Kedatangan kami disambut oleh Acting Konsul Syamsu Rizal beserta staf Konsulat RI Songkhla lainnya. Kedatangan ini merupakan keinginan mahasiswa-mahasiswi untuk mengetahui tentang bagaimana tugas dan fungsi konsulat dalam melayani masyarakat Indonesia yang berada di wilayah kerja Konsulat RI di Songkhla, Thailand,” ungkap Endri saat dihubungi lewat pesan WhatsApp.

Dari kunjungan tersebut, pihak Konsulat RI melalui Acting Konsul Syamsu Rizal menyampaikan, peran dan fungsi konsulat RI yang tidak semua kewenangan diberikan kepada pihak konsulat seperti misalnya urusan politik masih ditangani langsung oleh pihak Kedutaan Besar RI di Bangkok.

”Salah satu yang menjadi fungsi konsuler Konsulat adalah, dalam bidang sosial budaya, dimana perguruan tinggi adalah salah satu pihak yang sering terlibat dalam tugas konsuler di Songkhla. Seperti masalah mahasiswa Indonesia yang kuliah di Thailand dan juga sebaliknya mahasiswa Thailand yang mau kuliah di Indonesia terutama dalam pengurusan Visa,” terang Endri.

”Selain itu, juga keterlibatan perguruan tinggi dalam misi promosi budaya Indonesia di Thailand,” tuturnya.

Setelah mahasiswa-mahasiswi mendengar paparan dari Acting Konsul, juga digelar sesi tanya jawab antara mahasiswa dan pihak konsulat.

Dimana sesi tanya jawab itu, timbul berbagai pertanyaan yang menarik untuk selanjutnya dipaparkan oleh pihak Konsulat RI.

Pertanyaan itu, seperti tentang masalah apa yang sering dihadapi oleh pihak Konsulat RI Songkhla Thailand.

Adapun masalahnya yang disampaikan Endri Sanopaka, dari pernyataan yang di sampaikan Konsulat RI adalah soal tenaga kerja Indonesia yang bekerja di kapal-kapal berbendera Thailand.

Endri mensambahkan, hal itu berkenaan dengan perlakuan pihak majikan atau pemilik kapal yang tidak memperlakukan pekerja Indonesia secara manusiawi.

”Pekerja kita banyak yang bekerja di kapal ikan berbendera Thailand yang ternyata pemiliknya bukan warga negara Thailand. Langkah yang mereka lakukan adalah memberikan perlindungan hukum, baik itu berhubungan secara diplomatik maupun dengan menyediakan pengacara. Karena sistem hukum di Thailand berbeda dengan di Indonesia,” tutup Endri.

Dari hasil pemaparan dan tanya jawab itu, mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji menjadi tahu apa persoalan diplomasi Indonesia yang menjadi atensi bagi pemerintah RI di Jakarta.

Tak hanya belajar diplomasi, pihak rombongan Stisipol Raja Haji juga memberikan informasi seputar promosi pariwisata wilayah Kepri. Dengan program KKLN, tentunya tidak hanya sekedar belajar di negeri orang namun turut mempromosikan potensi daerah khususnya pariwisata. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here