Mahasiswa Stisipol Galakkan Gotong-royong

0
566
MAHASISWA KKN dari Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang saat memperbaiki saluran pipa air yang bocor di Desa Tanjung Natuna, kemarin. F-istimewa

NATUNA – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, memperbaiki kebocoran pipa air di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Pipa air yang bocor karena terkena cangkul milik warga yang sedang bergotong-royong. Sehingga, air bersih yang dibutuhkan sehari-hari membanjiri jalan.

Pipa air yang bocor tersebut diketahui berasal dari sumber air di Gunung Salahan. Dengan sigap, mahasiswa Stisipol yang sedang bergotong-goyong itu langsung membenahi pipa bocor tersebut.

Tidak hanya itu, mahasiswa-mahasiswi juga menggelar sejumlah kegiatan dengan masyarakat dan aparatur desa setempat. Ketua Kelompk KKN Desa Tanjung Samsudin Harahap mengatakan, adanya kejadian seperti bocornya pipa air tentulah harus disikapi dengan cepat tanpa harus menunggu warga memperbaikinya. Sebab, menurut Samsudin, segala persoalan yang terjadi di desa perlu disikapi seorang mahasiswa ketika KKN.

”Ini bukan soal mudahnya memperbaiki pipa bocor, tetapi inisiatif dalam bertindak untuk membantu warga menyelesaikan persoalan seperti pipa bocor itu harus ada di dalam diri mahasiswa,” terang Samsudin, mahasiswa Stisipol Raja Haji jurusan Ilmu Pemerintahan, Jumat (27/7).

Menurutnya, sebagai mahasiswa yang KKN tentunya berkesempatan menunaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat. Selain itu, ia bersama anggota kelompoknya sebelumnya telah melaksanakan kegiatan bersama masyarakat Desa Tanjung.

Kegiatan itu diantaranya pengenalan lingkungan sekolah, pengembangan bakat siswa serta membantu kegiatan sosialisasi Kamtibmas dan penyuluhan Anti Narkoba bersama pihak Binmas Polres Natuna.

”Ke depan ini, kami akan menggelar kegiatan gotong-royong di Pantai Tanjung. Sebab, pantai itu terlihat kotor dan lama tidak dibersihkan. Kami pun akan membuat tong sampah, dengan maksud pengunjung membuang sampah di tong yang kami sediakan. Tujuannya, agar pantai tetap asri dan indah,” ungkapnya.

Samsudin menambahkan, sebelumnya telah mendengar informasi dari Kepala Desa Tanjung bahwa masyarakat setempat agak sulit untuk diajak bergotong-royong. Namun, sulit yang dikatakan pak Kades Tanjung tersebut tak membuat Samsudi dan kawan-kawan KKN mundur. Ia bersama anggota kelompoknya segera merancang kegiatan itu dan yang terpenting baginya adalah tantangan jika memang warga Pantai Tanjung sulit diajak bergotong-royong.

Sebanyak 177 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Natuna selama satu bulan lebih.

Mulai, 13 Juli sampai dengan akhir Agustus mendatang. Ketua Stisipol Raja Haji Endri Sanopaka SSos MPM menjelaskan, nantinya mahasiswa akan tersebar di 17 desa di Natuna. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here