Mahasiswa Stisipol Jatuh dari Lantai III

0
1065
JATUH: Mahasiswa Stisipol Tanjungpinang saat atraksi sebelum jatuh dari flying fox, kemarin. f-istimewa

Main Flying Fox

TANJUNGPINANG – Permainan flying fox di Kampus Stisipol Raja Haji Batu 8 Atas Tanjungpinang membawa petaka bagi salah satu mahasiswanya, Aripandi, Rabu (30/8) sekitar pukul 09.15. Saat hendak meluncur, tiba-tiba Aripandi jatuh dari lantai tiga ke lapangan. Meski demikian, korban sudah sadar di rumah sakit.

Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka membenarkan ada mahasiswanya yang jatuh saat atraksi flying fox yakni Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Pada hari itu dijadwalkan seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) unjuk kebolehan atas masing-masing bidang salah satunya Mapala. ”Ada UKM silat, PMI serta Menwa unjuk kebolehan, sudah sering latihan main flying fox ini baru pertama kali dilakukan,” katanya.

Endri menyebutkan, saat kejadian, dirinya tidak berada di tempat. Mendapat kabar dari kampus, ia langsung menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri di Batu 8.  Korban sendiri dilarikan teman-temannya dari kampus ke rumah sakit itu. ”Alhamdulillah, saat saya datang ke rumah sakit, korban dalam keadaan sadar dan orang tua korban sudah ada datang ke rumah sakit,” sebutnya.

Ditanya luka yang dialami oleh korban, ia mengatakan belum mengetahui secara detail karena masih dilakukan CT Scan. Saat ini pihaknya sedang melakukan investigasi untuk mengetahui apa penyebabnya. ”Yang jelas, korban ada luka dan patah pada anggota tubuhnya. Investigasi dari Mapala sedang dilakukan untuk mengetahui apakah ini murni kecelakaan atau kelalaian,” sebutnya.

Akibat dari kejadian ini, aktivitas dihentikan dan teman-teman korban dari Mapala juga sudah standby di rumah sakit serta memulai investigasi.  ”Yang jatuh ini bukan mahasiswa baru. Ini mahasiswa Mapala yang hobinya seperti itu. Dari pihak kampus selalu mengontrol apakah ini aman namun kecelakaan kita tidak bisa mengelak,” ujarnya.

Ketua Mapala Stisipol Tanjungpinang Gusti Ariadi Saputra menyebutkan, sebelum beraksi sudah dilakukan percobaan satu hari sebelumnya bahkan juga dengan beban yang lebih berat dari korban. ”Kita sudah coba hampir 10 kali sebelum main dan sudah berhasil,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan kegiatan itu, juga sudah mengecek perlengkapan alat-alat yang khusus digunakan untuk main flying fox.  ”Kalau itu kelalaian, kita bisa lihat dari video. Korban turun dulu dan sempat megang tali baru terjatuh,” katanya. ”Ini di luar nalar saya. Semua alat sudah terpasang dengan baik. Korban adalah anggota yang sudah menyelesaikan pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan,” tutupnya. (cr27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here