Mahasiswa UMRAH Bantu Kader Posyandu

0
147
PETUGAS Posyandu dan mahasiswa KKN Revolusi Mental UMRAH saat membantu memeriksa kesehatan anak di Posyandu Melati Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Bintan, baru-baru ini. F-istimewa

Untuk membimbing dan memotivasi pelajar, tidak cukup hanya guru maupun orangtua. Namun, pejabat, pengusaha dan stakeholder lainnya juga perlu memberi arahan kepada siswa.

BINTAN – Kegiatan itu merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental Kampus UMRAH.

Mereka melakukan kegiatan pokok Posyandu seperti pemeriksaan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), konsultasi dan perbaikan gizi serta penanggulangan penyakit.

Kegiatan pelayanan kesehatan dari masyarakat untuk masyarakat itu merupakan salah satu kegiatan dapat memandirikan dan memberdayakan masyarakat. Juga dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin kepada masyarakat itu sendiri.

Ketua Kelompok KKN Revolusi Mental Kampus UMRAH Desa Toapaya Budiman menyampaikan, di Desa Toapaya aktivitas posyandu ini diadakan satu bulan sekali.

Menurutnya, peran posyandu sangat lah penting untuk masyarakat agar mereka tahu dan dapat memeriksa kesehatan anaknya. ”Partisipasi warga di sana terkait dengan posyandu sangat baik dan teratur saat memeriksa kesehatan. Mereka juga sudah tahu fungsi posyandu itu bisa memeriksa kesehatan anak-anak mereka, atau sekedar mengecek berat dan tinggi badan anak serta konsultasi masalah kesehatan,” terang Budiman, mahasiswa jurusan Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMRAH, kemarin.

Ia bersama anggota kelompoknya yakni Indra, Syardim, Tami, Sanah, Ade Permatasari, Tari serta Novi membantu petugas melayani masyarakat yang datang ke Posyandu Melati. Sambil membantu, ia pun bersama anggota kelompoknya turut berkomunikasi dengan warga setempat tentang bagaimana menjaga lingkungan yang sehat. Sebagai mahasiswa, lanjutnya, KKN tak semata bantu membantu masyarakat dalam suatu kegiatan. Namun, komunikasi dua arah dengan masyarakat tentunya menjadi masukan bagi mahasiswa.

Mereka membahas persoalan pembangunan di beberapa sektor termasuk kesehatan, pendidikan, perekonomian serta keamanan hingga membantu warga desa.

Ia menambahkan, salah satu definisi Tri Dharma Perguruan Tinggi Bangsa Indonesia ini membutuhkan kaum intelektual yang kelak bisa membangun bangsa ini menjadi lebih maju lagi.

”Salah satu kaum intelektual yang jumlahnya semakin bertambah banyak adalah mahasiswa. Untuk menciptakan generasi intelektual yang berbudi luhur, serta memiliki sudut pandang yang baik terhadap dunia dan negara maka perguruan tinggi membutuhkan sistem pendidikan yang baik,” terangnya.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here