Mahasiswa UMRAH Dorong Terbentuknya PATBM

0
199
MAHASISWA KKN-RM UMRAH foto bersama warga setelah melaksanakan sosialisasi terkait perlindungan anak di Aula Kantor Desa Toapaya Utara. F-istimewa

BINTAN – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM) Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Bintan menggelar sosialisasi peran pemerintah dan masyarakat dalam upaya menanggulangi persoalan perlindungan anak. Kegiatan itu mengambil tema ‘Peran Pemerintah dan Masyarakat Dalam Upaya Perlindungan Anak’. Sosialisasi itu merupakan salah satu program kerja dari kelompok KKN-RM mahasiswa UMRAH tahun 2018.

Tujuan sosialisasi ini bagaimana di Desa Toapaya Utara bisa terbentuk suatu forum atau yang sering di sebut Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Ketua kelompok KKN-RM di Desa Toapaya Utara Rasyid Maulana, dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UMRAH menjelaskan, dengan demikian segala bentuk permasalahan tentang anak bisa diatasi secara seksama dengan berdasarkan undang-undang.

”Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak tidak cukup hanya dengan diterbitkan undang-undang yang melindungi anak, tetapi yang terpenting bagaimana peran aktif pemerintah dan masyarakat dalam upaya perlindungan anak. Karena anak merupakan aset kekayaan bangsa dan generasi emas bangsa ini,” ujar Rasyid, di Aula Desa Toapaya Utara, kemarin.

Ia menambahkan, sebagai mahasiswa yang memiliki peran aktif dalam pemberdayaan masyarakat tentunya masalah perlindungan anak merupakan hal yang sangat urgen.

”Oleh karena itu, keikutsertaan dalam perlindungan anak tidak hanya untuk mereka yang memiliki jabatan saja. Kita mahasiswa juga berhak memberikan gagasan terkait masalah anak, yang berkembang dan turut bertanggungjawab untuk mencari solusi setiap munculnya persoalan perlindungan anak,” jelas Rasyid.

Dengan adanya KKN-RM ini, lanjut Rasyid, mahasiswa berkesempatan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya pemberdayaan kepada masyarakat.

Sosialisasi terkait perlindungan anak, akan mengajarkan mahasiswa KKN-RM UMRAH memahami faktor penyebab munculnya persoalan yang menimpa seorang anak dan membantu mencarikan jalan keluar dari masalah itu.

Era globalisasi saat ini, memaknai nasionalisasi kaum muda dalam wujud jiwa yang kreatif, mandiri serta partisipatif dalam pembangunan.

Setidaknya 59% populasi Indonesia berada dalam usia produktif termasuk mahasiswa, dan mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik ke depannya lewat kegiatan KKN.

”Mahasiswa harus terus belajar dan peka terhadap peningkatan persoalan yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Harapannya, semua dapat mengenali situasi kehidupan masyarakat yang terlihat dan berada di sekitar kita. Dengan demikian, kepekaan untuk memahami masalah dalam masyarakat yang semakin meningkat,” tutupnya.

Sebelumnya, ia bersama anggota kelompoknya telah melaksanakan program kerja terkait peran orangtua untuk membatasi penggunaan smartphone untuk usia anak-anak.

Kegiatan itu digelar, karena seiring pesatnya perkembangan Informasi Teknologi (IT) salah satunya smartphone.

Sebab, di balik kemajuan teknologi informasi di smartphone turut muncul berbagai persoalan yang perlu diantisipasi dan salah satunya persoalan yang muncul yakni konten pornografi dan informasi yang berbau sara serta hoax. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here