Mahasiswa UMRAH Latih Warga Bikin Kerajinan

0
454
MAHASISWA KKN-RM UMRAH ketika menggelar pelatihan pembuatan kerajinan lekar bersama masyarakat Desa Mantang Lama, Bintan, Sabtu lalu. F-istimewa

BINTAN – Dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, mahasiswa-mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar pelatihan kerajinan tangan pembuatan lekar.

Program pelatihan itu mengajak warga bersama-sama membuat kerajinan lekar yang berbahan dasar dari lidi daun kelapa.

Ketua Kelompok KKN-RM UMRAH Delin Herdita mengatakan, lekar merupakan salah satu potensi ekonomi bagi masyarakat Desa Mantang Lama.

Atas alasan itu, ia bersama anggota kelompoknya menggelar pelatihan pembuatan kerajinan lekar. Selain itu, yang menjadi dorongan masih belum banyak warga yang mengerti membuat lekar tersebut.

”Karena tidak banyak masyarakat yang bisa membuat kerajinan itu, maka kami berinisiatif membuat pelatihan itu. Kerajinan tersebuat sangat berguna dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi, karena lekar biasa digunakan di rumah makan, awet serta unik,” jelas Delin, mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP-UMRAH), Sabtu (25/8).

Delin dan anggota kelompok KKN-nya berharap, setelah pelatihan itu menjadi nilai tambah bagi perekonomian warga setempat.

Walau saat ini belum dilirik oleh warga sebagai nilai tambah ekonomi ia juga yakin kerajinan lekar bakal menjadi potensi peningkatan perekonomian di Desa Mantang Lama.

”Untungnya ada beberapa pengusaha makanan dan restoran yang menggunakan alas lekar. Jadi kenapa kami mengambil inisiatif untuk buat kerajinan lekar itu, agar masyarakat dengar pemilik usaha bisa untuk berkerja sama dan bisa membantu masyarakat juga di sektor ekonomi,” ungkap Delin melalui pesan Whatsapp.

Ia bersama mahasiswa-mahasiswi lainnya merasa senang, sebab pelatihan itu mendapat tanggapan baik oleh masyarakat.

Menurutnya, masa KKN tidak hanya melaksanakan program kerja semata namun juga harus mendorong masyarakat kepada hal yang positif terutama yang mampu membangkitkan perekonomian.

Masyarakat juga berpandangan, pelatihan itu memiliki kegunaan dan memiliki nilai jual. Sebelumnya, beberapa program kerja telah dilaksanakan seperti sosialisasi di tingkat SD hingga SMA, aparatur desa serta kegiatan gotong-royong.

Tidak lupa pula, Delin dan kelompoknya melaksanakan sosialisasi pengenalan budaya Melayu. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here