Mahasiswa UMRAH Sosialisasi Dampak Smartphone

0
447
RASYID (berbaju alamamater biru) saat menjadi pembicara sosialisasi pentingnya pengawasan teknologi informasi bagi anak di ruang kelas SD 006 Lome F-ISTIMEWA

BINTAN – Seiring pesatnya perkembangan Informasi Teknologi (IT) salah satunya smartphone, di balik kemajuan itu muncul juga berbagai persoalan yang perlu diantisipasi. Salah satu persoalan yang muncul, makin melebarnya rasa sosial.

Untuk itu, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang di Desa Toapaya Utara tepatnya di Kampung Lome, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan menggelar sosialisasi pentingnya pengawasan teknologi informasi bagi anak, Sabtu (28/7). Kegiatan ini digelar di SD 006 Lome.

Ketua Kelompok KKN Desa Toapaya Utara Rasyid Maulana dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UMRAH menjelaskan, kegiatan itu digagas karena masyarakat perlu memahami khususnya para orangtua terhadap perubahan teknologi komunikasi ini memiliki beberapa dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Walau Smartphone dapat masukan berbagai aplikasi untuk keperluan chat, email, telepon, media sosial, dan hiburan, namun dampaknya tetap ada.

Komunikasi sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Komunikasi merupakan proses sistematik bertukar informasi antar pihak melalui sistem. Manusia saling bertukar informasi melalui berkomunikasi kepada masing-masing individu yang dituju.

”Namun, budaya berkomunikasi akan berpengaruh terhadap cara manusia melakukannya. Komunikasi itu sendiri dapat mengubah budaya dalam masyarakat. Dunia semakin cepat berubah,” jelas Rasyid kepada Tanjungpinang Pos, kemarin menjelaskan sosialisasi mereka.

Namun dampak kemajuan itu justru mengintai kehidupan sosial manusia khususnya anak-anak yang gampang terpengaruh. Sebab, luasnya cakupan dan kecepatan informasi yang tersaji tentu terdapat konten yang negatif seperti sara atau pun konten pornografi.

”Anak-anak menjadi sangat rentan dipengaruhi konten pornografi yang dapat diakses dengan leluasa melalui gadget. Untuk itu, sosialisasi ini kami gelar untuk mengingatkan peran lebih orangtua dalam mengawasi putra putrinya dalam penggunaan smartphone,” sebut Rasyid.

Menurutnya, kini semakin sering didapati anak-anak bermain gadget canggih. Bahkan, banyak terlihat anak usia SD yang telah dibelikan gadget oleh orangtuanya dan jadilah mereka banyak menghabiskan waktu bermain gadget.

Pada dasarnya, teknologi bermakna positif jika penggunaannya tepat. Untuk itu pihaknya mengajak murid-murid SD saat sosialisasi itu untuk mengenal dan mengarahkan teknologi menjadi hal yang positif bukan malah menjadi bumerang bagi anak dan orangtuanya.

”Peran kedua orang tua tidak hanya memberi kepuasan bagi anak tetapi dalam hal mengawasi juga sangat lah penting,” ungkapnya.

Kegiatan ini berlangsung lancar dan beberapa orangtua siswa juga menanyakan beberapa hal penting terkait tema sosialisasi. Rasyid dan 8 orang anggota kelompoknya merasa senang, sebab kegiatan tersebut disambut baik bagi peserta yang merupakan warga Desa Toapaya Utara. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here