Majukan Pariwisata Penyengat Butuh Tambahan Infrastruktur

0
285
Mantan Lurah Pulau Penyengat, Rio menjelaskan kebutuhan dan pembangunan 2019 di depan Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma dan Sekretaris Bappelitbang dan Camat Tanjungpinang Kota di aula kantor lurah. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Pulau Penyengat merupakan kawasan wisata historis yang bernilai sangat tinggi. Meski demikian, pintu masuk ke Penyengat belum memiliki branding dan terkesan masih kurang bagus terutama dari Kota Lama.

Mantan Lurah Pulau Penyengat yang kini menjabat sebagai Kabid Pajak BPPRD Kota Tanjungpinang, Rio menuturkan, beberapa hal masih perlu dibenahi khususnya terkait pengembangan pariwisata, yaitu penambahan infrastruktur.

Dituturkannya, Pulau Penyengat disepakati sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik dan nilai jual karena sejarahnya. Sudah terkenal tingkat nasional maupun mancanegara. Hanya saja infrastruktur masih belum memadai.

Rio sendiri sudah banyak menerima keluhan dari pengunjung terkait pintu masuk itu. Masih ada beberapa lainnya yang perlu dibenahi khususnya pembangunan jalan.

Selain itu, ia mewakili lurah yang baru, Mahnizar juga menyampaikan, bahwa masyarakat butuh Penerangan Jalan Umum (PJU). Meskipun beberapa tahun ini sudah ada penambahan namun masih kurang.

Hal ini disampaikannya saat Musrenbang tingkat kelurahan, Senin (28/1) pagi. Hadir saat itu Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma, Sekretaris Bappelitbang Tanjungpinang, Rully Fiandy, Anggota DPRD Tanjungpinang, Hendy Amerta dan Camat Tanjungpinang Kota.

Rio menuturkan, banyak hal yang disampaikan masyarakat, utamanya sesuai dengan tema diusung yaitu pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif dan peningkatan infrastruktur dasar.

Dituturkannya, melalui pokok-pokok Hendy Amerta yang juga warga Pulau Penyengat, ada beberapa yang sudah diperjuangkan. Hanya saja masih perlu penambahan.

“Beberapa titik PJU sudah dipasang. Tapi ini pun masih kurang, masih ada kawasan yang gelap di malam hari,” ucap Kabid Pajak BPPRD Kota Tanjungpinang tersebut.

Selain itu, ia menuturkan bahwa pelayanan kesehatan di Pulau Penyengat masih minim. Saat ini yang tersedia masih Pustu.

Mewakili 11 RT di kelurahan itu, ia pun menuturkan perlu pembangunan puskesmas 24 jam. Ini dinilai penting agar pelayanan dasar perobatan pasien bisa ditangani segera.

Menurutnya, jika ada pasien yang sakit di tengah malam membuat keluarga bimbang. Utamanya mencari pompong sebagai transportasi. Selain itu, pertimbangan cuaca dan sebagainya pun menjadi kendala.

Ia berharap, ke depan Pemko bisa membangun puskemas di Pulau Penyengat untuk melayani 2.565 warga.

Serta membutuhkan pompong ambulans dan mobil ambulans.

Rio pun menyampaikan, butuh bantuan pompong sekolah. Saat ini masih tersedia satu yang dinilai masih kurang.

Terkait hal ini, Hj Rahma yang didampingi Rully Fiandy menuturkan, terkait berbagai hal yang disampaikan akan dicatat. Meski demikian, dialokasikan sesuai kemampuan anggaran.

”Contohnya PJU, saya tahu di sini masih kurang. Begitu juga dengan kawasan lain, hanya saja anggaran kita terbatas dan dibantu berbagai daerah yang perlu sesuai kemampuan anggaran,” paparnya.

Meski demikian, Rahma menilai pembenahan infrastruktur pariwisata dinilai perlu. Ini menjadi fokusnya bersama H Syahrul.

Bahkan Pulau Penyengat diusulkan masuk kota Pusaka. Tujuannya, agar banyak bantuan pendanaan dari pusat untuk membangun kawasan ini.

”Pulau Penyengat ini identitas kita, jati diri Tanjungpinang. Perlu dibenahi dan akan terus diperhatikan,” tuturnya.

Hal lain yang dinilai perlu, ia pun meminta tokoh masyarakat, ketua RT dan RW membahas melalui Musrenbang kelurahan. Dipesankan disusun dari yang paling prioritas dengan tidak bermaksud membuang program lainnya.

”Mari Bapak-Ibu susun sesuai kebutuhan. Jika dinilai perlu Pak Lurah yang baru bisa hubungi saya agar diperhatikan khusus,” tuturnya.

Tahun ini, Rio menuturkan beberapa pembangunan dilakukan. Diantaranya, pembuatan jalan, drainase, membuat tutup drainase, pembenahan sumur, rehab Pustu dan pembuatan TPA serta lainnya.

Rencananya, ada CSR dari PT Pelindo untuk membantu pembenahan fasilitas di kawasan itu. Diantaranya, rehab WC di Balai Adat, pembuatan parkir becak, logo Branding Pulau Penyengat dan beberapa lainnya yang masih dibahas.

”InsyaAllah tahun ini dapat bantuan dari Pelindo,” ucapnya.

Selain itu, rencananya ada bantuan alokasi Dispora Provinsi Kepri pembuatan rumput untuk lapangan bola di RT 01/05.

Sebelumnya, ia juga menghadiri Musrenbang Kelurahan Tanjungpinang Kota di Pinang City Walk. Hadir juga Waka II DPRD Tanjungpinang, Ahmad Dani mendengar aspirasi dari tokoh masyarakat, tokoh adat dan ketua RT dan RW setempat.(dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here