Makam 9 Panglima Bintan Harus Dilindungi

0
1090
????????????????????????????????????

BINTAN – Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto meninjau keberadaan situs makam tua yang diduga sebagai cagar budaya di area tambang bauksit di Kampung Gizi, Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Senin (25/2).

Isdianto mengaku mendengar kabar adanya situs cagar budaya tersebut dari masyarakat. Dan kehadirannya ke lokasi tersebut guna memastikan jika situs cagar budaya tersebut tidak terganggu apalagi sampai tergusur habis karena aktivitas penambangan bauksit.

”Tugas saya sebagai Wakil Gubernur adalah pengawasan. Setelah mendengar dari masyarakat, maka saya tergerak untuk melihat langsung di lapangan. Tentu setelah melihat langsung, ternyata keberadaan cagar budaya ini masih dalam keadaan utuh. Selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan tokoh-tokoh adat setempat guna memastikan keberadaan makam tua ini,” kata Isdianto.

Baca Juga :  Ganggu Pemilu, Khianati Bangsa

Pada kesempatan ini Isdianto meninjau lokasi pemakaman tua dimaksud yang hanya ditandai dengan sejumlah batu serta pepohonan. Di pinggir makam tersebut terdapat sebuah pelang yang dibikin oleh masyarakat dengan tulisan ‘Makam Timbul 9 Panglime Bintan’.

Adapun 9 nama panglima yang tertulis dalam pelang yang dipasang tersebut adalah Tok Marwah Mangse, Tok Sandang Marwah, Tok Mekar Sejagat, Tok Langi Sejagat, Tok Galang Ringgi, Tok Bayu Segare, Tok Langi Segare, Tok Sentani Daun (Panglime Mude) dan Tok Sandang Rangge.

Jika informasi dan data yang didapat tersebut benar adanya, Wakil Gubernur berharap agar di lokasi makam tersebut segera dilakukan pembenahan. Yakni upaya memperindah area makam agar kemudian bisa menjadi salah satu cagar budaya yang ramah wisata.

Baca Juga :  Regulasi Berbelit, Investor Ragu

”Jika ini benar, maka saya rasa memang perlu dibikin batu miring keliling are ini. Kemudian makamnya dibersihkan dan ditata layaknya makam-makam cagar budaya lainnya hingga menjadi salah satu destinasi wisata,” kata Isdianto.

Dengan demikian, lanjut Isdianto, selain indah, juga akan ada manfaatnya bagi masyarakat dan bagi Pemerintah Kabupaten Bintan.

”Sekarang ini kita belum tahu bentuk asli dari makam-makam yang ada. Karena hanya berupa batu dan pepohonan. Selanjutnya kita teliti dulu, baru kemudian kita ambil tindakan selanjutnya,” kata Isdianto.

Sementara itu, Isdianto enggan menanggapi persoalan aktivitas tambang bauksit yang beroperasi di area pemakaman tersebut. Dia menegaskan jika kehadirannya hanya untuk melihat keberadaan situs cagar budaya yang diinformasikan masyarakat setempat tersebut.

Baca Juga :  Ormas Wajib Lapor Kegiatan Setiap Enam Bulan

”Sementara ini kita fokus masalah makam tua ini saja dulu ya. Masalah lainnya, seperti aktivitas tambang dan lainnya, kita perlu koordinasikan dengan Dinas Pertambangan dan sebagainya,” tutup Isdianto kepada wartawan yang hadir di lokasi pada kesempatan ini.

Saat itu, Isdianto didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samsuardi, Kepala Inspektorat Kepri Mirza serta Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemprov Kepri Yeri Suparna. Di sekeliling are makam itu memang terlihat bekas penambangan bauksit. Lahan terlihat gersang kemerahan. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here