Makan Saja Susah, Mana Mungkin Bisa Kuliah?

0
578
FIRTI Suryani memperlihatkan medali usai meraih juara keempat di ajang Mandiri Bintan Marathon 2019, di Lagoi, Bintan, baru-baru ini.

SECUIL KISAH FIRTI SURYANI, ATLET PROVINSI KEPRI SI PEMBURU ’DOLAR’

Firti Suryani atlet Provinsi Kepri naik podium, juara keempat kategori half marathon 10 kilometer nasional putri, pada lomba internasional Mandiri Bintan Marathon 2019, di Lagoi, Bintan, Minggu (8/9) lalu. Awalnya, Firti bukan atlet maraton. Tapi, dia punya secuil kisah, hingga menjadi pemburu ’dolar’ (uang).

YUSFREYENDI, Bintan

FIRTI Suryani terus memaksakan dirinya, hingga mencapai garis finis, pada lomba Mandiri Bintan Marathon 2019, Minggu lalu. Alhasil, Firti mendapatkan hadiah Rp1,5 juta, setelah finis keempat pada kategori 10 kilometer nasional kelompok putri. Bagi Firti, hadiah sebesar Rp1,5 juta itu sudah Alhamdulillah, sangat berharga dan patut disyukuri.

Betapa tidak, Firti begitu panggilan akrabnya, dilahirkan di lingkungan kurang mampu. Anak keempat dari lima bersaudara ini nyaris tak pernah memegang uang jajan, semasa duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ketika menginjak kelas IV, Firti kelahiran Tanjungpinang, 5 Februari 1998 ini ikut latihan pencak silat, di perguruan Pancabela.

Firti selalu tampil sebagai sang juara di kejuaraan open, maupun di ajang
resmi, seperti O2SN. Firti sudah membawa nama Provinsi Kepri ketika bertanding ke beberapa provinsi di Indonesia. Prestasinya di cabor pencak silat semakin menanjak, hingga kelas III (kelas 9) SMPN 10 Tanjung Unggat. Ia pun direkrut dan dibina melalui PPLP cabor pencak silat Provinsi Kepri.

Firti kembali menjalani pembinaan dan dibiayai PPLP Kepri, ketika melanjutkan sekolah ke SMKN 1 Tanjungpinang. Ia sudah mulai berpisah dari orangtuanya, dan hidup mandiri. Sudah takdir, ibunya meninggal dunia, ketika Firti masih duduk di kelas I (kelas 10) SMKN 1 Tanjungpinang. Sejak itu, Firti hidup mandiri.

Tahun 2015, Firti Suryani meraih medali emas di Kejurnas PPLP/SKO, di Semarang. Ia juga menyumbang medali emas untuk Provinsi Kepri, pada ajang Popwil. Tak bisa dihitung, berapa banyak medali emas yang Firti sumbangkan saat mengikuti Kejurda dan Popda, untuk membela Kota Tanjungpinang. Prestasi demi prestasi ia raih, sampai tamat dari SMKN 1 Tanjungpinang, tahun 2016.

Setelah tamat dan meninggalkan PPLP cabor pencak silat Kepri, Firti harus banting tulang mencari uang. Maklum, ayahnya tak memiliki pekerjaan tetap. Terkadang, Firti yang harus membantu ayah dan adiknya.

Awalnya, ia mencoba mencari uang lewat kejuaraan pencak silat. Namun, sangat minim kejuaraan pencak silat untuk kelompok seumur Firti. Dengan fisik yang kuat dari pembinaan silat, Firti mencoba mengikuti lomba maraton di Tanjungpinang. Tujuannya, tak lain dan tak bukan, mencari uang atau memburu dolar. Tak disangka, ia menjuarai beberapa lomba lari maraton.

Dari lomba maraton, Firti anak piatu ini berusaha mengumpulkan uang, buat cicilan uang muka (depe) untuk beli perumahan subsidi. Sedangkan untuk kehidupan sehari-hari, Firti juga rela menjadi karyawan petshop, toko hewan peliharaan. Bahkan, ia tak keberatan menjual hasil kebun dan tangkapan ikan dari usaha kelong milik temannya. Sebagian hasil usaha itu, digunakan untuk membayar kos-kosan di Tanjungunggat.

Dengan keterpurukan ekonomi sekarang, Firti berharap selalu ada lomba pencak silat, maupun lari maraton. Terakhir, Firti finis keempat dalam lomba kategori 19 kilometer, Mandiri Bintan Marathon Ia kalah terhormat, dari dua orang atlet pelatnas Indonesia dan atlet maraton dari Sumatera Utara.

Hadiah yang didapatkan dari juara keempat ini, cukup untuk tabungan buat angsuran rumahnya. Baginya, masih ada kesempatan untuk meraih yang terbaik dalam lomba internasional, pada masa mendatang. Hanya saja, Firti belum bisa mewujudkan impian menjalani pendidikan di perguruan tinggi (kuliah).

”Makan saja susah, mana mungkin bisa kuliah? Citacita saya, ingin bertanding bawa nama Kepri lagi di tingkat nasional, maupun internasional. Biar bisa mencari uang untuk mempertahankan hidup,” tutur lulusan jurusan Akuntansi SMKN 1 Tanjungpinang ini.

Hingga kini, Pemko Tanjungpinang maupun Pemprov Kepri, belum memberi tempat khusus, bagi atlet berprestasi ini. Namun Firti yakin, dengan berjuang dan hidup mandiri, pasti ada imbalan dari Allah SWT. Yang terpenting, selalu mensyukuri nikmat dan terus berusaha. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here