Maksimalkan Jalur Selat Malaka

0
128
SALAH satu kapal tanker melintas di perairan Kepri di Batam yang berbatasan dengan Singapura, belum lama ini. f-martunas/tanjungpinang pos

Tugas Kepri Dongkrak Ekonomi Nasional

Potensi maritim menjadi sektor yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun Kepri. Karena itu, potensi lautan Kepri yang letaknya sangat strategis harus dimaksimalkan menghasilkan pundi-pundi bagi negara.

JAKARTA – INILAH salah satu tugas Kepri mulai tahun ini. Pemerintah Provinsi Kepri mendapat tugas berat dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional yang akhir-akhir ini cenderung melembat.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengakui hal ini usai menghadiri rapat percepatan pelaksanaan berusaha di daerah yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/1).

Menurut Gubernur rapat yang dipimpin Presiden Jokowi ini adalah agar bagaimana seluruh provinsi di Indonesia bisa memaksimalkan setiap potensi yang ada di daerah masing-masing guna meningkatkan perekonomian nasional.

Khusus di Kepri, sebagai daerah yang sangat strategis karena berbatasan dengan beberapa negara tetangga dan memiliki jalur perdagangan laut yang strategis, yakni Selat Malaka, maka Presiden meminta agar jalur perdagangan dunia tersebut bisa dimaksimalkan perannya.

Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki jalur Selat Malaka. Itu adalah jalur perdagangan dunia yang sangat strategis dan menguntungkan. Hanya saja belum dimanfaatkan dengan maksimal, sebagaimana Malaysia memanfaatkan jalur itu. ”Dengan memanfaatkan jalur Selat Malaka, Malaysia bisa mendongkrak perekonomiannya terutama di Johor dan Malaka hingga tumbuh sebesar 51 persen. Sementara kita, Indonesia, hanya tumbuh 10 persen. Potensi keberadaan jalur Selat malaka itu lah yang perlu kita maksimalkan perannya,” kata Nurdin.

Gubernur juga berharap agar beberapa kendala yang menghambat pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bisa segera diselesaikan. Selanjutnya agar ada regulasi-regulasi yang mempermudah investasi di Kepri.

Sekarang ini beberapa investasi tetap jalan, dan ia berharap agar segala kendala pembentukan kawasan ekonomi khusus bisa diselesaikan. Karena, seperti proyek di Galang Batang itu atau PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) sampai sekarang sudah menyerap sekitar sekitar US$ 91 juta atau hampir mencpai Rp 36 triliun rupiah investasinya.

”Itu adalah potensi yang sangat besar. Ada juga jalur Selat Durian yang dijadikan pusat investasi oleh pengusaha Timur Tengah yang bergerak di bidang suplai minyak mentah. Di samping itu juga ada Pulau Asam yang siap menampung investor,” kata Nurdin lagi.

Oleh sebab itu, kata Nurdin, agar segala potensi tersebut tidak lepas, dia meminta kepada Kementerian Kehutanan agar proses kepengurusan masalah lahan bisa segera diselesaikan.

”Ini adalah momen untuk ekonomi kita bangkit. Tapi kalau masalah lahan ini tidak segera diselesaikan, takutnya nanti malah lepas lagi kesempatan yang kita miliki ini,” kata Nurdin.

Nurdin juga menegaskan, sebagaimana yang ditegaskan juga oleh Presiden di dalam rapat, bahwa untuk perbaikan ekonomi Kepri, Pemprov Kepri tidak mau lambat-lambat. Gubernur berharap 2018 ini juga sudah mulai memulih.

”Kita tidak mau lambat. Presiden juga maunya cepat dan 2018 ini harus sudah mulai pulih. Intinya ada komitmen dan kemudahan regulasi dalam berinvestasi,” katanya.

Dalam rapat ini Presiden Joko Widodo terus berupaya agarmasing-masing daerah membantu mempermudah izin berusaha dan investasi di dalam negeri. Pada kesempatan rapat ini, Jokowi tidak hanya memanggil seluruh Gubernur, namun juga ketua DPRD se-Indonesia ikut diundang.

Seperti diketahui, salah satu kawasan KEK yang sudah disahkan di Kepri adalah Galang Batang Bintan. Kini Pulau Asam Karimun juga sedang diusulkan untuk ajdi KEK, namun belum ditetapkan oleh pemerintah pusat.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here