Malah Ditemukan Pembuat Pil Ekstasi

0
1426
DIAMANKAN: Para pelaku penjual narkoba termasuk pembuat ekstasi diamankan Polres Tanjungpinang.f-raymon/tanjungpinang pos

Ketika Tanjungpinang Punya target Kota Zero Narkoba

Tanjungpinang sudah dideklarasikan agar menjadi pilot project kampung zero narkoba guna menciptakan generasi tangguh untuk Indonesia Hebat.

TANJUNGPINANG – NAMUN, semua itu seakan hanya acara seremonial belaka. Sebab, Satres Narkoba Polres Tanjungpinang menemukan dua pelaku pembuat dan pemasok bahan pil ekstasi. Satres Narkoba Polres Tanjungpinang dalam Giat Operasi Antik 2017 yang dimulai, Kamis (31/8) telah mengamankan beberapa orang pengguna, pengedar serta pembuat narkotika. Operasi ini masih berlangsung hingga, 18 September nanti.
Petugas berhasil menangkap TM (37), pelaku yang nekat menjadi pembuat serta pengedar ekstasi.

TM membuat ekstasi dengan cara manual di dalam kamar kos Sentosa yang berada di Jalan Bakar Batu. Tersangka mendapatkan bahan ekstasi dari temannya yang kini sudah ditangkap, MRH (30). Berdasarkan pengakuan TM kepada polisi, dalam satu hari dirinya mampu memproduksi pil ekstasi sebanyak lima hingga enam butir.

Dalam transaksi penjualan pil ekstasi tersebut, TM hanya menjualnya kepada pelanggan lama yang memang sudah ia kenal sejak dulu. TM tidak akan tak akan menjualnya kepada pembeli yang baru dikenalnya. Dan transaksi pun dilakukan melalui ponsel saja. Satu pil ekstasi dijual dengan harga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Tersangka sudah tiga bulan menjual pil ekstasi ini.

Baca Juga :  1 Komando, BP-Pemko Batam Tidak Dilebur

Setelah mengamankan tersangka TM, Satres Narkoba mengembangkan kasus pembuatan ekstasi, dari hasil penyelidikan anggota Satres Narkoba mengamankan tersangka berinisial MRH (30). Tersangka yang sudah menjadi target polisi ini langsung dibekuk. Pelaku diamankan saat berada di seberang Jalan Bakar Batu tetapnya berada di depan kosan Sentosa. Merasa curiga ada yang mengawasi dirinya tersangka MRH berusaha kabur dan membuang bahan pil ekstasi yang dibungkus di dalam plastik ke pinggir jalan.

Tidak ingin kehilangan targetnya, anggota langsung mengejar dan berhasil membekuk tersangka namun tersangka sempat berkilah tidak membuang bungkusan plastik. Polisi dan ketua RT serta tersangka membuka bungkusan itu dan tersangka pun mengakuinya.

Baca Juga :  Tugboat Tabrakan Dengan Tanker

Waka Polres Tanjungpinang Kompol Andi Rahmansyah mengatakan, pada Senin (4/9) sekitar pukul 15.30, setelah mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya, personel Satres Narkoba Polres Tanjungpinang melakukan penyelidikan langsung ke Kos Sentosa Kamar 307 terhadap seorang laki-laki yang diduga memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I.

Saat dilakukan penggeledahan yang didampingi oleh anak pemilik Kos Sentosa, di dalam kamar tersebut petugas menemukan barang bukti berupa narkotika sabu, serbuk pil ekstasi serta pil ekstasi. Selain itu juga mengamankan alat pembuat pil ekstasi.

Dari tangan terangka TM diamankan tiga paket Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu dengan berat bersih 13,82 gram. Selain itu, ditemukan juga dua paket sedang berisi serbuk warna cokelat diduga narkotika golongan bukan tanaman jenis ekstasi dengan bersih 20 gram.

Baca Juga :  Bantuan Bencana Sudah Diserahkan ke Warga

Tiga paket kecil berisi serbuk warna cokelat diduga Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis ekstasi dengan berat 0,85 gram. Serta 12 butir pil warna cokelat Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis ekstasi dengan berat 2,40 gram. ”Tersangka dijerat dengan pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) tahun 2009 tentang narkotika,” katanya, Jumat (8/9) kepada wartawan.

Andi menyebutkan, tersangka MRH yang merupakan teman dari TM juga berhasil dibekuk. Dari tangan MRH diamankan satu paket besar berisikan serbuk warna cokelat jenis ekstasi seberat 107,27 gram. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 6 tahun maksimal 20 tahun.(RAYMON SANDY)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here