Mamalia Langka Mati di Perairan Bintan

1
880
SEDIH: Wajah dugong yang telah mati seperti bersedih saat diteliti tim BPSPL Tanjungpinang dan Dinas Perikanan Bintan. F-ISTIMEWA

BINTAN – SEEKOR anak dugong hewan mamalia langka ditemukan mati di jaring nelayan Desa Busung, Kabupaten Bintan, Selasa (6/6) pagi sekitar pukul 07.00 kemarin. Anak dugong tersebut masuk ke dalam jaring tangkapan ikan nelayan karena ekosistem laut mulai terganggu.

Awalnya Aris melaut sekitar Laut Gora dekat proyek pembangunan Bandara Busung, Senin (5/6) malam sekitar pukul 20.00. Usai memasang jaring untuk menangkap ikan, kemudian ditinggalkan semalaman. Jaring baru dicek kembali, Selasa pagi.

Mohd Aris sebagai pemilik jaring ikan tersebut kaget saat mengangkat jaring miliknya, Selasa pagi kemarin. Mengharapkan dapat ikan, justru menemukan anak dugong yang biasa disebut ikan duyung itu. Saat akan dilepaskan dari jaring, ternyata ikan tersebut sudah mati. ”Pas narik ada ikan duyung. Karena dugong itu mati, saya bawa pulang,” sebutnya.

Dayat, perwakilan pemerintah Desa Busung sudah melaporkan penemuan anak dugong itu kepada pihak Dinas Perikanan Bintan. ”Sudah kami laporkan dan menunggu keputusan dari pihak dinas. Karena kami paham, ini hewan yang dilindungi,” tambahnya.
Diteliti

Setelah mendapat laporan nelayan, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL)Tanjungpinang dan Dinas Perikanan Kabupaten Bintan langsung mengecek ke lokasi. Tim yang tidak dihadiri Dinas Perikanan Provinsi Kepri itu, langsung melakukan penelitian. Anak dugong yang mati itu berjenis kelamin perempuan, dengan panjang 1,26 meter. Sedangkan lingkaran badan 80 sentimeter, dengan berat badan mencapai 70 kilogram.

Dari hasil pemeriksaan, dugong tersebut mati bukan karena penyakit. Namun, diduga karena nyasar masuk ke dalam jaring nelayan, akibat air laut di sekitar Tanjung Busung yang sudah keruh. Air laut keruh, disebabkan karena perubahan ekosistem pembangunan bandara Busung.

”Karena itu hewan mamalia langka yang dilindungi dunia, makanya anak dugong itu kami kuburkan,” kata Rahmat, tim Dinas Perikanan Bintan yang turun bersama BPSPL Tanjungpinang.

Selama ini, perairan Busung merupakan daerah yang menjadi kawasan lindung bagi Pemkab Bintan. Selain dugong, di perairan ini memiliki potensi kehidupan lumba-lumba, teripang, kuda laut dan daerah kehidupan penyu. Habitat hewan langka ini banyak ditemukan di Busung, karena perairan tersebut masuk dalam konservasi padang lamun.(AAN-YENDI)

1 KOMENTAR

  1. makanya di buat perundang undangan dan
    membuat efek jeradii setiap daerah dan kepada perusahaan tentang larangan nya dan ada tim penyelidik yang benar benar khusus di dalam bagian konservasi lautannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here