Manajemen Waktu Untuk Memaksimalkan Karya

0
538
William Hendri, SH, MH

Oleh : William Hendri, SH, MH.
Wakil Sekretaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ORDA Kota Tanjungpinang

Ketika kita berbicara tentang manajemen waktu, tentunya kita mesti terlebih dahulu mengetahui apa tujuan hidup kita sebagai manusia. Tanpa mengetahui tujuan hidup, maka mustahil kita dapat berbicara tentang manajemen waktu. Terlebih lagi bagi manusia yang sama sekali tidak memiliki tujuan hidup.

Di samping materil (harta dan uang), waktu adalah merupakan modal yang bersifat asasi (dasar) yang telah diberikan sang khalik kepada setiap manusia ketika ia mulai bernafas dialam dunia ini. Seorang mufasir bernama Kamal Faqih Imani dalam kitab tafsirnya, tafsir Nurul Quran terhadap tafsir Al-Quran surat Al-Ashr (masa) mengatakan bahwa “waktu (detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun) adalah modal dasar yang dimiliki oleh setiap manusia”.

Hal senada juga dinyatakan oleh Prof. Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya, tafsirAl Misbah terhadap surat yang sama, bahwa “waktu adalah modal utama manusia, apa bila tidak diisi dengan kegiatan yang positif, ia akan berlalu begitu saja. Ia akan hilang dan ketika itu jangankan keuntungan diperoleh, modal pun telah hilang”. Sayyidina Ali ra. pernah berkata : “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu diperoleh esok, tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok”.

Sebuah pribahasa yang sering kita dengar yaitu bahwa waktu adalah uang (times ismoney), memiliki makna tersediri. Artinya bahwa waktu merupakan sesuatu yang memiliki nilai, bagi orang yang mau berpikir dengan akal, pada dasarnya bahwa waktu memiliki derajat yang lebih tinggi daripada uang dan bahkan waktu tidak dapat dibeli dengan uang ketika ia berlalu dan hilang.

Setelah kita mengetahui bahwa sangat pentingnya waktu yang dimiliki setiap manusia, dengan ini maka diri manusia itu mesti wajib mengatur atau memanajemen waktu yang tersedia demi mencapai tujuan hidup yang diinginkan. Pada dasarnya, manajemen waktu adalah suatu aktivitas yang bersifat perencanaan, pengorganisasian, penggerakan danpengawasan (controlling) produktivitas waktu.

Sebab waktu menjadi salah satu sumber daya untuk melakukan pekerjaan, dan merupakan sumber daya yang harus dikelola secara efektif dan efisien. Efektivitas dapat terlihat dari tercapainya target atau tujuan manajemen waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dan kata efisien tidak lain mengandung 2 (dua) makna, yaitu makna pengurangan waktu yang ditentukan dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang telah ada. Manajemen waktu juga merupakan suatu cara untuk mengatur dan memanfaatkan setiap bagian dari waktu untuk melakukan aktivitas tertentu yang sudah ditargetkan atau ditentukan dalam jangka waktu tertentu dan aktivitas tersebut haruslah diselesaikan.

Secara terminologi, menurut pendapat Atkinson, bahwa “manajemen waktu didefinisikan sebagai suatu jenis keterampilan yang berkaitan dengan segala bentuk upaya dan tindakan seorang individu yang dilakukan secara terencana agar individu tersebut dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya”.

Kemudian Forsyth juga berpendapat bahwa “manajemen waktu adalah cara bagaimana membuat waktu menjadi terkendali sehingga menjamin terciptanya sebuah efektivitas dan efisiensi juga produktivitas”. Untuk dapat mengatur atau memanajen waktusecara baik dan tepat maka perlu diperhatikan pemahaman mengenai prinsip dasar manajemen waktu supaya dapat berhasil dan memiliki daya guna, yaitu dengan menyediakan waktu untuk perencanaan serta untuk menetapkan prioritas.

Kemudian menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang memiliki prioritas yang tinggi secepat mungkin dan selesaikan pekerjaan sebelum memulai pekerjaan yang lain. Lalu prioritaskan kembali tugas yang tersisa, berdasarkan informasi baru yang terkait.

Pada dasarnya, manfaat manajemen waktu adalah agar dapat membantu kita untuk bekerja secara lebih efektif dan efesien dengan skala prioritas. Kemudian dapat mengurangi kecenderungan untuk menunda-nunda tugas atau pekerjaan serta masih banyak manfaat lainnya yang bisa didapat dari hasil melakukan manajemen waktu.

Jika kita memprediksi terkait rata-rata umur hidup manusia secara umum, maka kitaakan tersadar bahwa masa umur yang terpakai telah digunakan untuk apa dan sisa umur yangakan dijalani akan dipergunakan untuk apa? Sebagai contoh data yang didapat dari BPS terkait angka harapan hidup orang Indonesia adalah berkisar antara 66 sampai dengan 70 tahun.

Dengan ini, tentu kita bertanya kepada diri kita, dengan sisa waktu (umur/masa) yang ada akan kita perguanakan untuk apa, apakah akan kita pergunakan untuk hal yang positif ataukah hal yang negatif.

Sebagai manusia produktif dalam hidupnya, dapat kita contoh dan kita jadikan inspirasi dengan belajar dari tokoh-tokoh besar yang menggunakan waktu atau masa hidupnya dengan menghasilkan karya-karya besar berupa tulisan yang bermanfaat. Semisal kita ambil beberapa contoh tokoh-tokoh tersebut, yaitu seperti tokoh filosof muslim bernama Ibnu Sina (Avicenna) bapak kedokteran kontemporer yang hidup pada abad ke 10 menghasilkan hampir 250 karya tulis berbetuk buku, Ali Syariati (Ideolog, Sastrawan, Sosiolog) asal Iran menghasilkan 29 karya tulis berbetuk buku, Buya Hamka tokoh ulama Indonesia menghasilkan 79 karya tulis berbetuk buku, Tan Malaka salah satu pahlawan nasional Indonesia mengahasilkan karya monumental sebanyak 28 karya tulis berbetuk buku, Soekarno Presiden Republik Indonesia pertama menghasilkan sebanyak 19 karya tulis berbetuk buku, Sutan Syahrir juga menghasilkan sebanyak 11 karya tulis berbetuk buku dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya yang mereka ini sadar betul akan penghargaan terhadap waktu yang tersedia dalam hidupnya. Drucker (1967) berpendapat, bahwa “waktu begitu penting, sehingga hal apapun lainnya tidak akan bisa diatur, jika tidak dapat mengatur waktu”.

Waktu harus dimanfaatkan. Apabila tidak diisi maka kita merugi, bahkan kalaupun diisi tetapi dengan hal-hal yang negatif maka manusia pun diliputi oleh kerugian. Hadist Nabi SAW mengatakan: “Dua Nikmat yang sering dilupakan (disia-siakan) banyak manusia, kesehatan dan waktu”. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here