Manajer Gojek Ajak Ojek Pangkalan Bergabung

0
378
Para Ojek Pangkalan 517 berada di Jalan Haji Ungar duduk sambil menunggu penumpang. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Gojek di Tanjungpinang sudah beroperasi, namun Pemko Tanjungpinang belum tahu, apakah mereka mengantongi izin atau tidak.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto ia tidak pernah mengeluarkan izin beroperasi Gojek di Tanjungpinang. Alasannya, Dishub Kota Tanjungpinang tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin tersebut.

”Coba tanya saja langsung ke Dishub Provinsi Kepri. Sudah ada izinnya atau belum mereka (Gojek, red) memiliki,” singkat Bambang, kemarin. Sebelum beroperasi, pengurus Gojek telah memperkenalkan aplikasi yang akan digunakan ke sejumlah ojek pangkalan di Tanjungpinang. Salah satunya, ojek pangkalan 517 berada di Jalan Haji Ungar.

”Sudah lama mereka (pengurus Gojek, red) menyosialisasi ke kita. Mereka yang hampiri kita di pangkalan ojek 517,” kata Juju, salah satu ojek pangkal di Pangkalan Ojek 517 berada di Jalan Haji Ungar, Senin (14/5).

Saat itu, lanjut Juju, ia bersama rekannya satu profesi diajak untuk bergabung ke Gojek. Ada beberapa syarat yang ditawarkan oleh pengurus Gojek terhadapnya dan rekannya saat berada di pangkalan ojek 517.

Syarat yang diminta pada saat itu, yaitu foto copi Kartu Tandan Penduduk (KTP), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Surat yang diminta pengurus Gojek masih berlaku.

Sambung dia, saat ditawarin mereka tidak menolak dan tidak juga meng-iyakan. Dengan alasan para ojek pangkalan, surat-surat motornya banyak sudah mati. ”Kami diberikan waktu satu bulan untuk mengurus surat kendaraan bila ingin bergabung. api, mau mengurus pakai apa. Pendapatan dari hasil ojek saja pas-pasan. Terkadang kita tidak menarik penumpang. Terkadang kita hanya dapat Rp 40 ribu. Pokonya tidak bisa dipastikan penghasilan kita,” terang Juju.

Pria (51) yakin, dengan adanya Gojek di Tanjungpinang, memang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan ojek murah. Tapi, di sisi lainnya, ojek pangkalan yang kenal dampaknya.

”Tadi saya lihat sudah berapa kali langganan saya di sini (Haji Ungar, red) dibawa dengan Gojek. Sekarang kita diam saja. Ngak tahulah ke depannya seperti apa. Karena semua ini masalah perut dan dapur,” terang dia.

Ia berharap, surat kendaraan yang sudah mati, baiknya diurus oleh manajemen Gojek, agar ojek pangkal juga bisa bergabung. Hingga berita ini terbit, Kepala Dishub Provinsi Kepri, Jamhur Ismail belum memberikan keterangan terkait apakah Gojek yang beroperasi di Tanjungpinang sudah ada izin atau tidak. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here