Manfaatkan Lahan Tidur, Petani Ubi Bisa Sejahtera

0
235
KETUA dan rombongan Komisi II DPRD Bintan memanen ubi kayu milik kelompok tani Mandiri di Kampung Sumpat, Desa Pengudang, Teluk Sebong, Selasa (17/3).

TELUKSEBONG – Kelompok tani Mandiri di Desa Sumpat, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan patut diacungkan jempol, ketika menghadapi ekonomi sulit sekarang ini. Mereka cuma memanfaatkan lahan tidur, tapi hasil pertaniannya membikin hidup sejahtera.

Wajar lah, Tumino mengumbar senyum ketika menyambut kedatangan rombongan Komisi II DPRD Bintan, Selasa (17/3) kemarin. Selain Fiven Sumanti Ketua Komisi II DPRD Bintan, turut hadir anggota Komisi II Arwan, Sri Wahyuni, Suhardi SE, Zulfaefi, dan Muttaqin Yaser.

Dalam kunjungan ini, Tumino selaku ketua kelompok tani menyampaikan, area yang dikelola kelompok tani Mandiri ini, merupakan lahan tidur atau tidak diolah. Lahan ini dikuasai oleh PT Buana Mega Wisatama (BMW) Lagoi. Namun, warga diberikan kesempatan menggarap, untuk sektor pertanian.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Oknum LSM Peras Pengusaha

Alhasil, produksi dan penjualan pertanian kelompok tani ini, cukup memberikan pendapatan bagi keluarga, dari masingmasing anggota. Selain sayur dan cabai, kelompok tani Mandiri juga mengembangkan budi daya ubi kayu (singkong). Bibit ubi kayu yang ditanam berasal dari bantuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, yang sudah berlebel unggul.

Di lahan lahan milik PT BMW Lagoi itu, ada seluas 15 hektare yang dikelola petani. Hasilnya sangat menggiurkan.

”Cuma manfaatkan lahan tidur, petani ubi bisa sejahtera,” kata Fiven Sumanti, di sela peninjauan lokasi pertanian kelompok tani Mandiri.

Baca Juga :  Bupati Instruksikan Awasi Tempat Hiburan

”Untuk kebutuhan sehari-hari, petani hidup dari penjualan cabai dan sayuran. Sedangkan hasil penjualan ubi kayu, itu untuk ditabung. Berarti, penghasilan petani itu lebih dari cukup,” sambungnya.

Tumino dan kawankawan, hasil panen ubi kayu jenis sapat maupun ubi jantung, lebih banyak dijual ke Kota Tanjungpinang. Ubi tersebut, ada yang diolah untuk tapai maupun keripik. Biasanya, untuk pembuatan keripik, diolah dari ubi kayu jenis jantung. Sedangkan pembuatan tapai, dari ubi sapat hitam.

”Tiga rumpun saja, mau 10 kilogram ubi yang dijual petani ini. Kita mendukung sekali, dengan program penyediaan bibit ubi kayu unggul yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan ini,” tambah Fiven.

Baca Juga :  November, Perlengkapan Sekolah Dibagikan

Muttaqin Yaser anggota Komisi II DPRD Bintan menambahkan, dari hasil peninjauan lokasi pengembangan ubi kayu ini, petani berharap agar pemerintah menyediakan pupuk bersubsidi. Serta alat berat pengolahan lahan berupa traktor.

”Program pertanian di Bintan sudah baik. Tinggal bagaimana melakukan pendampingan terhadap kelompok tani. Sehingga, keluhan petani seperti penyediaan pupuk serta sarana usaha tani lainnya bisa terpenuhi,” demikian disarankan Muttaqin Yaser. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here