Mantan Bupati Anambas Disidang

0
532
Sidang: Tengku Muckhtaruddin saat menjalani sidang kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Tengku Muckhtaruddin (61) terdakwa dalam kasus korupsi pemberi dan penerima mobil dan motor atas penyimpanan giro dan deposito dana APBD 2011 dan 2012 Kabupaten Kepualuan Anambas di Bank Syariah Mandiri (BSM)menghadiri persidangan menggunakan kursi roda, saat ini Pengadilan Negri Tanjungpinang belum menahan terdakwa dengan alasan sakit, Senin (13/11).

Dalam persidangan pertama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alinaex Hasibuan mengatakan, terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

“Perbuatan terdakwa tersebut merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.

Sementara itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya Agus dan Tatang Suprayoga meminta kepada Majelis Hakim untuk tidak menahan terdakwa dikarenaka kondisi terdakwa sedang dalam keadaan sakit. “Sakit habis operasi dibagian belakang dan ada sakit jantung,” kata Tatang.

Tengku Muktaruddin juga menyebutkan, pada kaki sebelah kiri masih sakit, sebelumnya kaki kemarin membekak dan menurut dokter urat syaraf dibagian kaki sebelah kiri sudah mengecil. “Sekarang sudah susah berdiri majelis hakim, syaraf kaki sudah mengecil, saya berjanji setiap persidangan akan menghadiri,” sebutnya.

Menanggapi permintaan dari penasehat hukum dan terdakwa yang masih sakit. Majelis Hakim Santonius meminta kepada penasehat hukum untuk mengenghadirkan dokter untuk menerangkan tentang kesehatan terdakwa. “Kita ingin mengetahui kondisi paska operasi apakah sekarang sudah sehat ataupun belum,” sebutnya.

Santonius menyebutkan, saat ini terdakwa tidak dilakukan penahanan seperti pada pihak Kejati Kepri juga belum melakukan penahan terdakwa. “Mendatang, dokter hadir untuk memberikan keterangan kesehatan terdakwa dan kita lakukan penahanan terhadap terdakwa,” ujarnya.

Usai mendengarkan dari dakwaan JPU dan tanggapan Penasehat Hukum Majelis Hakim Santonius, Iriati dan Yon Efri menunda persidangan satu minggu kedepan dengan agenda pembuktian. (ray) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here