Mantan Karyawan PT Telesindo Dihukum 5 Tahun Penjara

0
141
Terdakwa saat keluar dari persidangan, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Miliki satu paket sabu seberat 1,62 gram dan dua butir pil ekstasi, Eka Arya Safitra mantan karyawan PT Telesindo divonis 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 2 bulan penjara.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Iriaty Khoirul Ummah serta didampingi oleh Majelis Hakim anggota Jhonson Sirait dan Hendah Kartika Dewi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (10/12). Dalam amar putusannya, Iriati menyatakan, terdakwa terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman. Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

”Menghukum terdakwa dengan hukuman selama 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan penjara,” katanya.

Sedangkan barang bukti satu paket sabu seberat 1,62 gram, dua butir pil ekstasi, satu unit handphone Samsung dan satu unit handphone Iphone dimusnahkan oleh negara.

Mendengar itu terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya A Nur menyatakan menerima. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian Juanda Putra menyatakam pikir-pikir yang sebelumnya menuntut dengan tuntutan 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan.

Penangkapan Eka bermula Satresnarkoba Polres Tanjungpinang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terdakwa sering mengedarkan sabu-sabu. Atas informasi itu kemudian anggota Sat Narkoba Polres Tanjungpinang melakukan penyidikan.

Kemudian polisi melihat seorang laki-laki dengan ciri-ciri seperti terdakwa dengan menggunakan mobil PT Telesindo B 9573 BCR di Simpang Empat Pamedan Tanjungpinang, Sabtu(23/6) pukul 22.30.

Kemudian mereka memberhentikan mobil tersebut tepatnya di dekat Simpang empat Pamedan Tanjungpinang. Dan, pada saat berhenti laki-laki tersebut terlihat membuang sesuatu kearah taman dipinggir jalan tersebut. Sebuah kepala cas handphone yang mana setelah digeledah dan buka di dalam kepada cas handphone tersebut ditemukan barang bukti berupa 1 paket diduga narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here