Mantan Ketua Dewan Dicecar 17 Pertanyaan

0
559

Dugaan Mark-up Perjalanan Dinas

BINTAN – MANTAN Ketua DPRD Bintan Lamen Sarihi SH dicecar dengan 17 pertanyaan oleh jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Senin (4/12) kemarin. Lamen dimintai keterangan dari sekitar pukul 11.00 sampai dengan pukul 14.00, terkait dugaan mark-up biaya beberapa perjalanan dinas di DPRD Bintan, pada tahun anggaran 2015.

Lamen Sarihi diminta keterangan, setelah memenuhi surat panggilan Kejati Kepri, nomor 746/N.10.5/Fd.1/11/2017 ditandatangani Aspidsus Kejati Kepri, Fery Tas SH MSi. Penyelidikan dilaksanakan berdasarkan surat perintah (Sprint) nomor 368/N.10.1/d.1/11/2017 yang ditandatangani Wakajati Kepri. Dalam surat panggilan itu, Lamen Sarihi awalnya akan dimintai keterangan sekitar pukul 09.00.

”Saya baru dimintai keterangan pukul 11.00, oleh Jaksa Yoga. Selesainya sekitar pukul 14.00 tadi, cuma istirahat salat. Kalau tak salah, ada 17 pertanyaan yang diajukan tadi,” kata Lamen Sarihi, usai menjalani pemeriksaan, Senin (4/12) siang kemarin.

Dalam pertanyaan itu, jelas Lamen Sarihi, dirinya menjelaskan tentang fungsi dan kewenangannya sewaktu menjabat sebagai Ketua DPRD Bintan. Secara umum, di DPRD itu ada kegiatan Pansus, Komisi dan tugas di dalam daerah. Dalam melaksanakan kegiatan itu, ada administrasi dan laporan pertanggungjawaban.

Untuk kegiatan perjalanan dinas, kata Lamen Sarihi, seorang ketua dewan akan menandatangani Surat Perintah Tugas (SPT) dan SPPD. Namun, laporan dari perjalanan dinas itu, akan disiapkan oleh staf dan dipertanggungjawabkan oleh anggota dewan terkait.

Dalam pemeriksaan ini, ada beberapa perjalanan dinas yang duduga di-mark-up di Komisi DPRD Bintan.

”Ada beberapa (perjalanan dinas, red). Caranya dengan memalsukan dokumen hotel,” kata Lamen, yang sudah menjadi anggota Komisi II DPRD Bintan ini.

Selain tentang tugas pokok Ketua Dewan Bintan, pertanyaan yang diajukan penyelidik di Pidsus Kejati Kepri juga masuk ke dugaan mark-up tersebut. Perkara ini, kata Lamen Sarihi, masih dalam penyelidikan. Meski sudah di BAP, tapi baru pada tahap memberikan keterangan.

Selain Lamen Sarihi, Sekwan Bintan Edi Yusri, mantan Sekwan Agusnawarman dan Kabag Keuangan Sakdiah juga dimintai keterangan oleh pihak Kejati Kepri.

”Tadi, kami ada empat orang yang dimintai keterangan,” ungkap Lamen Sarihi.

Sedangkan oknum anggota dewan lainnya, Lamen Sarihi belum mengetahui, kapan akan dimintai keterangan oleh pihak Kejati. Lamen pun tidak tahu, siapa oknum dewan yang akan dipanggil, maupun dari komisi berapa saja yang bakal terseret dalam kasus ini.

Sebelumnya, Lamen Sarihi mengungkapkan, pemeriksaan soal dugaan mark-up biaya perjalanan dinas dan penginapan hotel ini berawal dari laporan salah satu LSM di Kepri.(Yendi – SIGIT RAHCMAT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here