Mantan Pegawai PT Pos Dituntut Dua Tahun Penjara

0
107
Dua terdakwa usai mengikuti sidang, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Siswanto mantan pegawai PT Pos Indonesia dan Dede Ahmad Morotal terdakwa penyelundup barang-barang ilegal dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramdhani di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (17/10).

Barang-barang ilegal yang akan di selundupkan oleh terdakwa Siswanto bernilai Rp237 juta. Atau beratnya mencapai 9,5 ton

Diantaranya, 134 koli pakaian dewasa, 13 koli pakaian anak-anak, 74 sandal dan sepatu, 2 koli perlengkapan bayi.

Kemudian, satu unit kontainer yang barang-barang ilegal itu milik terdakwa Dede Ahmad Morotal yang sudah dikemas di dalam kardus dari luar negeri. Barang tersebut akan dikirim dengan tujuan ke Pelabuhan Tanjung Periok Jakarta via Kota Tanjungpinang. Barang tersebut, yakni 35 koli pakaian dewasa, 75 koli pakaian anak-anak, 1 koli tas wanita, 6 koli pakaian bayi, 8 koli asesoris handphone.

Dalam tuntutan Ramdhani mengatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah. Menurutnya, setiap pelaku usaha yang tidak menggunakan atau tidak melengkapi label berbahasa Indonesia pada barang yang diperdagangkan di dalam negeri sebagaimana dimaksud pasal 6 ayat 1 setiap pelaku usaha wajib menggunakan label berbahasa Indonesia pada barang yang di perdagangkan di dalam negeri.

Sebagaimana perbuatan terdakwa melanggar Pasal 104 Jo pasal 6 ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. ”Menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan 2 tahun penjara,” katanya. Kemudian, barang-barang tersebut telah dimusnahkan pada saat penyidikan di kepolisian.

Atas tuntutan itu ketua majelis hakim Eduart Sihaloho serta didampingi oleh majelis hakim anggota Romauli Purba dan Corpioner menunda persidangan selama satu pekan.

Sebelumnya, dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramdhani mengatakan pada malam hari terdakwa Siswanto berkomunikasi dengan Nuriono (DPO) melalui telepon seluler untuk datang ke gudang penyimpanan barang di KM 16 Toapaya Kabupaten Bintan. Tujuannya, untuk melihat barang-barang yang akan di kirim terdakwa ke Jakarta, Kamis (1/3).

Selanjutnya, keesokan harinya saksi Eri Santoso menghubungi terdakwa, dalam komunikasi tersebut terdakwa menyuruh saksi Eri Santoso untuk meletakkan kontainer di kilometer 8 atas, tepatnya disebuah tanah lapang di belakang diler Kawasaki Tanjungpinang. Dan, terdakwa Siswanto menghubungi saksi Garut Suselo dan menyuruhnya untuk mengangkat barang-barang ke dalam konteiner.

Lebih lanjut, JPU mengungkapkan konteiner berisi barang yang akan terdakwa Siswanto kirim tersebut pun telah tiba di pelabuhan Sribayintan Kijang kabupaten Bintan dan siap untuk dimuat ke Kapal KM. Doro Ronda tujuan pelabuhan Tanjung Periok Jakarta, Senin (3/3) lalu.

Namun sebelum konteiner berisi barang yang akan terdakwa Siswanto kirim tersebut di muat ke atas kapal tiba-tiba ada pengecekan atau pemeriksaan isi konteiner oleh anggota Polsek Bintan Timur di Lokasi penumpukan kontainer Pelabuhan Sri Baintan Kijang. Naasnya, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap dua unit kontainer yang akan dikirim oleh terdakwa Siswanto ke Jakarta. (ray)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here