Maraknya LGBT Makin Memprihatinkan

0
1134
Elvi Khairini

Oleh: Elvi Khairini
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, UMRAH

Keberadaan Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) semakin mengkhawatirkan. orientasi seksualnya sangat bertentangan dengan fitrah manusia, agama dan adat masyarakat Indonesia. Dalam Islam LGBT dikenal dengan dua istilah, yaitu Liwath (gay) dan sihaaq (lesbian). Allah Swt menamakan perbuatan ini dengan perbuatan yang keji (fahisy) dan melampui batas (musrifun). Sebagaimana Allah terangkan dalam al Quran: “Dan (kamijuga telah mengutus)Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. “( TQS. Al’Araf: 80-81).

LGBT sudah lama terjadi di Indonesia maupun di sudut bumi lainnya, namun bumingnya LGBT di Indonesia baru belakang ini. Berdasarkan data statistic pada tahun 2016 jumlah kaum gay tercatat mencapai 10-20 juta orang.

Baca Juga :  Menulis, Big Data dan Demokrasi

Di Tanjungpinang sendiri perilaku menyimpang penyuka sesama laki-laki semakin meningkat. Pada tahun 2015 tercatat sebanyak 400 orang lebih yang tergabung ke dalam komunitas tersebut. “Ada sekitar 400 orang lebih jumlah Gay di Tanjungpinang yang kami data. Dan mereka ikut komunitas dan kelompok masing-masing. Antisipasi dan pencegahan perilaku menyimpang penyuka sesamapria itu sudah kami lakukan, “kata Kepala Dinas Kesehatah (Dinkes) Kota Tanjungpinang, seperti dikutif beberapa media beberapa waktu lalu.

Ada beberapa faktor penyebab LGBT di Indonesia di antaranya: faktor lingkungan, misalnya salah dalam pergaulan. Dalam berteman sudah selayakmya kita “memilih” teman yang memiliki perilaku baik. Ketika seseorang berteman dengan orang yang termasuk LGBT, ada kecendrungan dia akan ikut menjadi anggota LGBT disebabkan faktor pengsruh teman. Adanya pengaruh budaya barat yang masuk ke Indonesia juga bisa menyebabkan LGBT terjadi. Dalam faktor keluarga, misalnya jika seorang anak mengalami kekerasan di lingkungan keluarganya, hal ini bisa bisa menyebabkan dia menjadi LGBT. Contohnya seorang anak perempuan yang mendapatkan perlakuan kasar dari ayah atau saudara laki-lakinya akan berpikir untuk membenci lawan jenisnya. Alhasil dia memilih untuk hidup sebagai LGBT karena pengalaman hidup yang tidak mengenakkan.

Baca Juga :  Mengukur Kemampuan Pemda Melakukan PSBB dalam Menghadapi Covid-19

Sedangkan faktor genetik LGBT bisa terjadi karena adanya riwayat keturunan dari anggota keluarga sebelumnya. LGBT bisa membahayakan kesehatan, pendidikan dan moral seseorang. Dalam kesehatan LGBT dapat menyebabkan kanker mulut karena kebiasaan melakukan oral seks. Sebab, faktanya rokok bukanlah satu-satunya penyebab kanker mulut terjadi. Dan HIV/AIDS pada umumnya, para LGBT memiliki gaya hidup seks bebas dengan banyak orang sehingga kecenderungan terkena virus HIV/AIDS sangat tinggi. Selain dampak pada kesehatan LGBT juga mempengaruhi pendidikan seseorang. Sebab fakrtornya, seorang LGBT memiliki permasalahan putus sekolah 5 kali lebih besar dibandingkan dengan siswi atau siswa normal.

Baca Juga :  Islam dan Hegemoni Global

Karena dampak LGBT sangat mengerikan, maka dari itu kita harus mengatasi LGBT terlebih dahulu dengan cara: menjaga pergaulan, menutup segala celah pornografi minsalnya dari gadget, diadakan kajian atau seminar mengenai bahaya LGBT di sekolah-sekolah, adanya undang-undang yang melarang adanya LGBT sehingga hal ini tidak menyebar semakin parah, dan diadakan penyuluhan keagamaan mengenai LGBT yang menyimpang dari aturan agama.dalam konteks LGBT pemerintah dapat mengeluarkan Undang-undang atau Peraturan Pemerintah, tentang pelarangan terhadap gerakan atau aktivitaspenyimpangan deksual yang dilakukan oleh kelompok atau komunitas LGBT di Indonesia.

Dengan hal-hal tersebut, diharapkan LGBT dapat dicegah dan penyebarannya tidak semakin luas. Dengan adanya kerja sama yang baik, bukan tidak mungkin masalah LGBT yang menjadi kontroversi ini bisa diatasi dengan baik. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here