Maret, Kawasan Kumuh Mulai Ditata

0
435
KAWASAN KAMPUNG BUGIS: Inilah kawasan Kampung Bugis yang masuk dalam kawasan yang tidak tertada dengan baik atau kumuh. f-adly/tanjungpinang pos

Pemerintah akan menata dua kawasan kumuh di Tanjungpinang. Dua kawasan di Ibu Kota Provinsi Kepri itu yakni Kampung Bugis dan Tanjungunggat.

TANJUNGPINANG – Anggaranya yang disediakan Rp 60 miliar dari dana alokasi khusus (DAK). Mulai dikerjakan Maret ini. Penataan kawasan kumuh menjadi salah satu fokus pemerintah daerah maupu pusat. Program penataan kawasan kumuh bertujuan agar kualitas hidup masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman tersebut Lebih baik. ”Kita dapat dana dari DAK sebesar Rp 60 miliar,” kata H Lis Darmansyah, Wali Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Senin (1/1).

Penataan kawasan kumuh dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Seperti membangun pelantar yang memadai, menyediakan sarana dan prasarana air bersih, melakukan bedah rumah, dan lain-lain.

Khusus untuk kawasan Kampung Bugis nanti, kata Lis, akan dibangun pelantar lingkar. Nanti, pelantar lingkar tersebut, menghubungkan antara Kampung Bugis dengan Senggarang.

Selain memudahkan akses masyarakat, pelantar lingkar tersebut bisa menjadi ikon wisata baru di Kota Tanjungpinang. Secara tidak langsung bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Tanjungpinang. ”Semoga Kampung Bugis menjadi Kampung Wisata di awal tahun 2019 mendatang,” harap Lis.

Selain Kampung Bugis dan Tanjungunggat, kata Lis, pembangunan Pulau Penyengat akan kembali dikerjakan di tahun 2018. Karena anggaran pembangunan tersebut berasal dari DAK tahun 2018.

Konsep pembangunannya, lanjut Lis, Balai Adat menjadi media atau sentral budaya Melayu. Sehingga Pulau Penyengat benar-benar memberikan pencitraan bagi bangsa Melayu. Karena di belakang Balai Adat, katanya, ada pembangunan seperti rumah adat. ”Ini menjadi idetitas kita di Tanjungpinang. Tanjungpinang menjadi kota wisata. Ini yang kita inginkan,” ucap dia.

Kemudian, Pemko Tanjungpinang juga akan melakukan revitalisasi di Kota Rebah. Ini salah satu pembangunan yang sudah dianggarkan di APBD tahun 2018. ”Saya tak ingat berapa besarannya. Masih banyak lagi pembangunan lainnya, yang akan dibangun di tahun 2018 ini.

Menurutnya, Kota Rebah, kota yang layak dan patut dijadikan destinasi wisata di Tanjungpinang. ”Kita jadikan Kota Tanjungpinang menjadi kota wisata,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here