Maret, Kenaikan Pajak Daerah Diberlakukan

0
357
HM Rudi, SE

BATAM – Wali Kota Batam, HM Rudi menegaskan, kenaikan pajak yang akan diberlakukan awal Maret 2018 ini, tetap akan jalan walau kondisi perekonomian dan investasi belum stabil. Penundaan diakui bisa dilakukanan jika ada permintaan menunda dari DPRD Batam. Namun, sebenarnya penundaan sudah dilakukan sebelumnya sesuai permintaan Gubernur Kepri.

HM Rudi mengungkapkan hal itu, Senin (26/2) di Batam. Menurutnya, sebelumnya mereka akan memberlakukan Desember 2018. Namun Gubernur Kepri meminta menunda, karena kondisi perekonomian. ”Kemarin itu, Perdanya disampaikan ke gubernur dan diminta di-hold dulu,” jelas Rudi.

Sekarang, Perda akan diberlakukan Maret 2019, karena sebelumnya sudah disetujui dan ditandatangani Gubernur Kepri. Sehingga, jika sudah sah maka pihaknya wajib menjalankan. ”Kalau ini kan sudah jadi Perda dan tidak bisa diundur. Udah sah. Kami wajib menjalankan,” tegas Rudi.

Menurutnya, pihaknya tidak berhak menunda pemberlakuan Perda. Dengan demikian, pihaknya tetap menjalankan pemberlakuan Perda yang memuat kenaikan pajak. ”Penting jalan dulu. Kalau Perda, kan yang berhak mengizinkan penundaan, di DPRD. Lagi pula, kan tidak semua naik. Tapi tergantung pasar (pelaku usaha). Tapi bulan berjalan tetap kami pungut. Kalau ditunda, baru kita hentikan,” imbuhnya.

Ditanya kemungkinan pengusaha menolak kenaikan pajak, Rudi mempersilakan. ”Kalau keberatan, tinggal mengirim surat. Kalau ada surat pengusaha, saya akan ajak DPRD membicarakan. Kalau DPRD setuju, akan kita tunda. Jadi tergantung surat masuk, kita lapor DPRD,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah mengatakan, Maret 2018 menerapkan kenaikan pajak. Kenaikan itu sesuai dengan Perda tentang pajak daerah, nomor 7 Tahun 2017. Jika diberlakukan Maret, maka penarikan pajak mulai April 2018.

Sesuai dengan perubahan Perda yang dilakukan, ada perubahan pada nilai pajak parkir dari 20 persen naik jadi 25 persen. Sementara pajak reklame dari 15 naik jadi 20 persen. Pajak reklame rokok dan minuman beralkohol menjadi 25 persen. Pajak hiburan seperti untuk permainan biliar dan golf, naik dari 10 persen naik menjadi 15 persen.

Pajak boling dari 5 persen jadi 15 persen. Pajak pacuan kuda dan kendaraan bermotor dari 10 persen naik menjadi 20 persen. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here