Maret, Market Sounding Bandara Hang Nadim Digelar

0
639
Lukita Dinarsyah Tuwo

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memulai promosi investasi untuk pembangunan dan pengelolaan Bandara Hang Nadim, Batam. Market sounding akan dibuka mulai Maret, untuk menilai minat investor terhadap pembangunan dan pengelolaan Bandara Hang Nadim. Baik pengelolaan dan pembangunan diakui dijadikan satu paket dalam market souding.

Pembukaan market sounding itu diakui Kepala BP Batam, Lukita, Senin (26/2) di Batam. Melalui market sounding itu, pihaknya diakui akan menjajaki pasar bandara Hang Nadim, walau sebelumnya berbagai perusahaan menyatakan minat mengelola bandara internasional itu.

Baca Juga :  Kemendag Tolak Impor Sembako

”Bulan depan kita akan melakukan market sounding. Jadi penjajakan pasar, minat untuk kerjasama pembangunan Hang Nadim. Itu sekaligus untuk pengelolaan,” ungkap Lukita.

Dalam market sounding diakui akan memuat konsesi pemanfaatan aset bandara Hang Nadim. ”Sekaligus pembangunan yang baru. Kalau bulan depan market sounding sudah oke, kita akan buat agreeman penataan atau pembangunan atau pemanfaatan. Baru awal tahun depan siapkan konsesi. (Pembangunan) Semua menggunakan dana pihak ketiga,” imbuhnya.

Market sounding disiapkan BP Batam, setelah menyiapkan master plan pengembangan bandar Hang Nadim. Menurut Deputi III Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, pihaknya menginginkan bandara modern dan pusat yang terintegrasi dengan pelabuhan sebagai pusat logistik dan menarik parawisata untuk datang ke Batam.

Baca Juga :  Rian Gagal Ikut Pilkada

Menurutnya, jika bandara dikembangkan sebagai bandara modern, maka investor akan lebih tertarik. Setelah dikembangkan, akan menarik wisatawan berkunjung ke Batam. ”Akan kita jadikan masterplan sebagai desain yang menarik untuk mengundang calon investor. Kita akan memberikan penawaran yang sangat menarik juga bagi investor,” sambungnya.

Lelang pengelolaan dan pengembangan bandara Hang Nadim, sebenarnya sudah direncanakan BP Batam. A

Sebelumnya, Dwianto Eko mengatakan, mereka menunda lelang pengelolaan dan pengembangan bandara. Mereka akan mencari skema kerjasama mengembangkan.

Saat kepemimpinan Hatanto, pengembangan bandara dengan pembangunan terminal dan parkir pesawat diestimasi sekitar Rp400 miliar. Studi dilakukan bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here