Maret, Mulai Terapkan e-Ticket

0
804
PEMBANGUNAN Pelabuhan SBP Tanjungpinang tahap finishing. Tahun ini, transaksi di pelabuhan ini dilakukan secara elektronik. f-suhardi/tanjungpinang pos

Pelabuhan SBP Percontohan Smart Terminal Indonesia

TANJUNGPINANG – PT Pelindo I Tanjungpinang pengelola Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang dijadikan percontohan penerapan Smart Terminal di Indonesia. Pelabuhan ini menjadi pilot project Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk kelas pelabuhan di Indonesia. Di pelabuhan ini akan diterapkan transaksi serba elektronik (e-money).

General Manager Pelindo I Tanjungpinang, I Wayan Wirawan mengatakan, karena mereka masih mengejar tahap finishing pembangunan terminal pelabuhan, transaksi serba elektronik ini akan dimulai Februari nanti.

Pada Februari ini, akan dimulai dengan e-berthing untuk sandar kapal. Program ini lebih kepada operator kapal dalam menentukan sandar kapalnya.

Kemudian, untuk pembayaran tiket dan pas pelabuhan akan dimulai Maret nanti dengan sistem e-ticketing dan tap and go. Pihak Pelindo akan membantu menyediakan komputer dan jaringan di dalam kios di pelabuhan. Masyarakat selaku penumpang terlebih dahulu mengisi nama di komputer, memilih kapal yang ingin ditumpangi lalu membayar tiket dengan non tunai.

”Bisa dengan ATM dan pembayaran non tunai lainnya. Setelah itu baru keluar tiket. Kita akan ujicoba untuk Batam dulu nanti,” ujar I Wayan via ponselnya, Kamis (4/1) sore.

Antara pembayaran tiket dan pembayaran pas pelabuhan berbeda. ”Dengan sistem e-ticketing ini, nama penumpang tersimpan di komputer. Kalau sekarang ini nama penumpang tidak terdata semua,” jelasnya lagi.

Anggota DPRD Kepri Rudi Chua mengatakan, dirinya sudah meninjau pembangun pelabuhan tersebut belum lama ini. Pihak pengelola pelabuhan pun mulai menyiapkan perangkat transaksi e-money itu. ”Februari nanti, mereka siap menerapkan sistem tiket non tunai,” jelas Rudi Chua, Kamis (4/1).

Lebih lanjut Rudi menuturkan, apa yang jadi terobosan Pelindo Tanjungpinang ini baginya sudah merupakan wujud nyata kerja Pelindo saat ini, dibandingkan sebelumnya.

Hanya saja, terobosan penerapan sistem tiket non tunai ini perlu sosialisasi ke masyarakat yang cukup intens. Jangan sampai nanti setelah berlaku sepenuhnya, masyarakat tidak gugup dan sudah paham menggunakannya.

”SBP ini kan juga melayani penumpang antarpulau, tak hanya luar negeri. Karena antarpulau juga dominasi banyak,” saran Rudi.

Menurut Rudi, Februari diterapkan dan Juni berlaku sepenuhnya sistem tersebut. Jadi ketika sudah berlaku sepenuhnya, kepada DPRD, manajemen Pelindo menjamin tidak ada lagi aktivitas penjualan tiket yang dilakukan secara ilegal, mengingat sistem tiket lewat kartu sudah berlaku.

”Jadi calon penumpang cukup beli tiket dengan cara membelinya lewat kartu elektronik yang langsung terhubung ke agen-agen kapal,” papar Rudi demikian.

Wali kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah menuturkan, dirinya sudah tahu persis rencana Pelindo Tanjungpinang akan menerapkan sistem non tunai yang diberlakukan kepada penumpang kapal lewat Pelabuhan Sribintan Pura yang rencananya mulai diberlakukan per Februari 2018 mendatang.

”Saya sudah dapat kabar informasi itu. Dan penerapan tersebut sangat bagus. Pertama mencegah tidak ada pungli, kedua tidak lagi bisa main-main dan membuat suasana pelabuhan tertib,” jelas Lis.

”Yang jadi masalah kita harus membeli pas masuknya dulu, jadi kayak elektronik pas atau model kartu ATM,” timpal Lis memaparkan model ini mirip seperti jalan tol di Jakarta. ”Kita sangat mendukung untuk kebaikan ini,” tutup Lis. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here