Maret, Pemko Janji Operasikan SWRO

0
393
Teknisi SWRO saat memeriksa peralatan penyulingan air asin jadi tawar. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG -Masyarakat Kota Tanjungpinang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Karena, PDAM Tirta Kepri mengurangi produksi air. Ini disebabkan, sumber air bersih dari Dam Sungai Pulau yang olah PDAM Tirta Kepri terus menyusut.

Pemko dan Satker PU terus berusaha agar proyek penyulingan air laut menjadi air minum atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Batu Hitam, Maret ini dioperasikan.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono, kemarin. ”Maret ini kami rencana operasikan SWRO. Sebelum itu, kami lagi menghitung-hitung, bersama dengan Stakelholder seperti PLN, apakah PLN nanti kita diberi utang dulu untuk biaya listriknya,” kata Riono, kemarin.

Proyek ini mulai dibangun pada 2011 sudah selesai dikerjakan pada 2014 silam. Namun, proyek Kementerian PU yang menelan biaya sekitar Rp97 miliar itu tersebut belum bisa dioperasikan sampai saat ini. Proyek ini sudah diserahkan ke Pemko Tanjungpinang pada 2017 dan direncanakan dioperasikan secepatnya. Nyatanya, pada 2018 Pemko tidak menganggarkan biaya operasionalnya.

”Soal anggaran kita sedang bahas dengan Satker PU. Apakah kalau kita pakai uang Satker PU dulu, menyalahi aturan atau tidak, ini yang akan dibahas lagi,” kata Riono.

Mantan pejabat Pemprov ini, biaya untuk obat penyuling air jadi tawar dan biaya listrik per bulannya dibutuhkan Rp170 juta. Belum termasuk biaya Sumber Daya Manusianya (SDM). Jumlah pekerjaanya ada 10 orang, belum termasuk 15 orang Kasubagnya. ”Satu kali lagi kami rapat dengan stakeholer, termasuk mengkaji kembali biaya per kubiknya,” tegasnya.

Kata dia, biaya per kubiknya yang harus di bayar oleh pelanggan SWRO nanti, sambung Riono juga akan di bahas kembali. Termasuk berapa jumlah pelanggan SWRO. Apakah nanti tetap disubsisi atau tidak,tergantung keputusan bersama. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here