Maret Terima CPNS, Februari P3K

0
625
MENPANRB Syafruddin didampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun membuka sosialisasi PP No.49 di Batam, Rabu (23/1). f-martua/tanjungpinang pos
Maret 2019 ini, pemerintah kembali membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun sebelum itu, pemerintah akan merekrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada Februari 2019 ini.

BATAM – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN RB), Syafruddin mengungkapkan perekrutan P3K dilakukan Februari 2019. Total 150 ribu P3K akan direkrut se-Indonesia dengan prioritas dari tenaga honor saat ini. Tenaga honor bisa diangkat jadi PPPK, tanpa dibatasi umur.

Rencana penerimaan tenaga P3K itu diungkapkan Syafruddin saat membuka Rakornas Sosialisasi PP No.49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK dan Rencana Pengadaan PPPK Tahap 1 Tahun 2019 di Batam, Rabu (23/1). Dipaparkannya, pemerintah memprioritaskan rekrutmen guru honorer menjadi P3K. ”Itu tahap pertama rekrutmen P3K dilakukan Februari 2019,” ungkap Syafruddin.

Disebutkannya, dari 150 ribu yang akan direkrut menjadi PPPK, sekitar 50.000 diantaranya guru honorer. Sementara untuk tahap II, akan digelar Mei 2019 sebanyak 75 ribu orang. ”Akan difokuskan perekrutan untuk tenaga honor,” bebernya.

Prioritas utama dalam perekrutan tahap pertama adalah untuk formasi guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian. Honorer yang akan direkrut jadi P3K, tidak dibatasi umur. Namun harus lulus tes.

”Guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian. Tidak dibatasi umur. Asal di bawah 1 tahun sebelum pensiun untuk P3K,” sambung dia.

Sementara perekrutan tahap II nanti, lebih banyak untuk umum. Jabatan yang akan direkrut lebih pada tenaga teknis. ”Akan dilakukan tahap dua untuk umum. Itu lebih banyak untuk jabatan teknis dan profesional,” beber dia.

Baca Juga :  Modal Kunci T, Suka Nonton Film Porno

Selain itu, usai perekrutan P3K tahap pertama, pemerintah akan membuka penerimaan CPNS. Pembukaan lowongan CPNS akan dilakukan, Maret 2019.

”Formasi terbesar untuk CPNS juga dibutuhkan untuk teknis dalam memperkuat daya saing. Dalam perencanaan, wajib menyampaikan kebutuhan dalam analisasi dan beban jabatan,” bebernya.

Menurutnya, saat ini faktanya jumlah PNS di Indonesia masih belum ideal. Alasannya, banyak PNS yang sudah berumur lanjut. ”Kita butuh regenerasi. Usia tua sudah banyak,” ujar Syafruddin.

Menurut Syafruddin, penerimaan CPNS dibutuhkan karena kualitas yang belum merata, antara pedesaan dan perkotaan. Masih terjadi ketimpangan. ”Kita akan rekrut 100 ribu CPNS, Maret nanti. Kita akan lakukan bertahap,” imbuhnya.

Sementara Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, Kepri membutuhkan banyak tenaga kesehatan dan guru. Hanya saja, soal jumlah, Nurdin meminta ditanyakan ke BKD Kepri.

”Kita butuh banyak guru dan kesehatan. Saya juga sudah bicara dengan Menpan, agar diperhatikan kebutuhan Kepri,” ungkap Nurdin.

Sementara Kepala BKD Batam, Sahir mengatakan, saat ini guru PNS di Batam, sekitar 2.000-an. Secara total, tenaga honor di Batam, jumlahnya 5.000-an.

”Harapan kita, bisa diterima pada tahap pertama ini. Termasuk untuk pertanian, karena kita butuh untuk membantu mendorong ketahanan pangan,” harap Sahir.

Baca Juga :  Karimun Juara Umum STQH Kepri 2019

Pegawai Honor Siapkan Diri
Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun menyambut gembira rencana Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI, Syafruddin untuk melaksanakan pengangkatan pegawai honorer pada Februari 2019 mendatang.

Untuk itu Nurdin meminta para tenaga honorer di Pemprov Kepri dan seluruh kabupaten/kota se-Kepri agar mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi nanti.

”Saya menyambut gembira pelaksanaan seleksi PPPK sudah bisa dilaksanakan pada Februari tahun ini. Bagi para pegawai honor yang ingin diangkat, persiapkan diri dengan baik. Karena seleksi ini juga memberikan peluang kepada pegawai honorer yang telah melampaui batas usia untuk bisa menjadi PNS yang disebut sebagai pegawai PPPK,” ujar Nurdin.

Pegawai honor yang diangkat disebut sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang P3K yang diteken Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Untuk pelaksanaan di setiap daerah, Kementerian PAN-RB melakukan Sosialisasi PP No.49 Tahun 2018 Tentang Manajemen PPPK dan Rencana Pengadaan PPPK Tahap I Tahun 2019, Rabu (23/1) di Hotel Swiss Bell Batam yang dihadiri Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala BKD seluruh Indonesia.

Menurut Menpan RB Syafruddin, pengangkatan pegawai honorer tersebut akan melalui proses seleksi sesuai merit sistem.

Yakni seleksi yang berbasis pada seleksi profesional seperti seleksi pada TNI dan POLRI yang semuanya sudah berbasis pada seleksi yang profesional.

Baca Juga :  2020, Fokus Bangun Sekolah Baru

Pemerintah akan merekrut 150 ribu PPPK dan 100 ribu PNS dalam dua tahap Februari dan Maret 2019.

Rekrutmen PPPK ini bertujuan mempercepat peningkatan kapasitas organisasi mencapai tujuan starategis nasional, mendapat pegawai bersertifikasi profesional, mendapat pegawai yang memiliki kompetensi teknis tertentu dalam waktu singkat untuk posisi tertentu, mendapat pegawain yang bisa didayagunakan dalam melaksanakan tugas dan fungsi serta mendukung dinamika organisasi.

Dalam sosialisasi untuk merumuskan pelaksanaan teknis di lapangan tersebut, MenpanRB menekankan ada empat hal yang dijadikan pedoman pembahasan.

Keempat hal itu adalah, jadikan Human Capital Manajemen sebagai acuan, selaraskan perekrutan tersebut dengan program pembangunan pemerintah dan daerah, hitung kebutuhan PNS yang sesuai dengan analisis jabatan, proses perekrutan harus tetap mempedomani 6 prinsip, yakni kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih, informatif.

”Pengangkatan PPPK akan dilaksanakan dalam dua tahap. Februari dan Mei 2019. Dua tahap karena pemerintah juga sedang konsentrasi dalam melaksanakan Pemilu pada 17 April nanti,” jelas MenpanRB.

MenpanRB juga meminta kepada seluruh Gubernur, Bupati, walikota dan Kepala BKD seluruh Indonesia yang hadir untuk menyampaikan informasi terkait PPPK secara utuh dan bulat ke masyarakat.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here