Market Sounding Dam Tembesi Diikuti BUMN

0
71
DAM Tembesi yang akan dioptimalkan dalam rangka menambah suplai air bersih untuk kawasan Batu Aji dan sekitarnya. f-istimewa

BATAM – Penjajakan minat atau market sounding pengelolaan Dam Tembesi, sudah dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kegiatan itu dihadiri peserta didominasi BUMN, yang digelar dalam bentuk workshop. Di antara peserta, ada Wika, Waskita dan lain. Siapa pemenang tender nanti, akan berkolaborasi dengan operator air, yang akan menjadi peserta lelang di November 2018 mendatang.

Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengungkapkan hal itu, Rabu (24/10) di Batam, usai workshop. ”Tadi sudah kita gelar market sounding rencana pelelangan dam Tembesi. Itu sesuai dengan UU Sumber Daya Air. Pengelolaan air ke depan, harus sesuai ketentuan itu,” kata Binsar.

Disebutkan, sesuai dengan ketentuan, maka pengelolaan air bersih tidak boleh dikelola satu perusahaan dari hulu sampai hilir. ”Selain itu, masa kontrak ATB juga sudah mau habis November 2020. Sehingga waduk Tembesi sekarang ditangani BP,” jelasnya.

Diakui, dengan masa kontrak ATB yang tinggal 1,5 tahun lagi, dengan investasi yang dibutuhkan Rp300 miliar, tidak sesuai jika perusahaan air itu mengelola. ”Dengan hasil kajian BP, maka dibuka kerjasama B to B (bisnis to bisnis), tanpa APBN,” sambung Binsar.

Diakui, sampai saat ini, 25 perusahaan yang tertarik baik kontraktor maupun pengelola/operator air dari dalam air, dari Jepang, Manila dan Singapura. ”Manila, Singapura dan Jepang sudah melaksanakan presentasi,” ungkapnya.

Kondisi Tembesi sendiri diakui saat ini cukup baik. Tinggal memerlukan plasing sekali lagi layak untuk air bersih. ”Distribusinya nanti di daerah Batuaji, Tanjung Uncang dan Sekupang. Karena daerah ini tak 24 jam tersuplai air,” imbuhnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here