Masalah Lahan Dilaporkan ke DPR RI

0
531
KETUA DPRD H Nesar Ahmad menerima nasi tumpeng dari Bupati Bintan H Apri Sujadi didampingi Wabup H Dalmasri Syam, di sela refleksi 2 tahun kepemimpinan Asri, Senin (19/2) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

BINTAN – SEJUMLAH tokoh masyarakat Bintan Utara bersama beberapa anggota DPRD Bintan, melaporkan masalah penguasaan lahan di Bintan kepada DPR RI, baru-baru ini. Masalah tersebut juga disampaikan warga kepada Pemkab Bintan, pada saat peringatan dua tahun kepemimpinan H Apri Sujadi, Senin (19/2) lalu.

”Benar itu, masalah lahan yang ada di Bintan, dilaporkan ke DPR RI. Ada anggota dewan yang ikut ke Jakarta,” ujar seorang anggota DPRD Bintan, kemarin.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Bintan Utara Subur mengatakan, dirinya bersama beberapa tokoh masyarakat lainnya sudah hearing dengan DPR RI, masalah tanah yang dikuasai di Bintan Utara ini. Sampai saat ini, ribuan hektare masih telantar yang dikuasai oleh perusahaan, di Kecamatan Seri Kuala Lobam. Termasuk lahan RSUP di Busung, masih dikuasai oleh pihak perusahaan.

Baca Juga :  Kader PKS Siap Tantang Apri di Pilkada 2020

”Harusnya, PP nomor 11/2010 harus ditindak lanjuti, dalam penyelesaian lahan ini,” kata Subur, Senin (19/2) lalu.

Kemudian, lanjut Subur, lahan di daerah pemilihan (dapil) I Bintan Utara masih dikuasai satu dari tiga instansi satuan keamanan ’vertikal’, sejak tahun 1994. Sementara, tanah itu sudah milik warga dengan bukti kepemilikan surat, sejak tahun 1930-an sampai tahun 1957.

”Bukti surat tanah yang asli, dan bukti pembayaran pajaknya, ada kok. Masalah ini sudah dilaporkan saat kami hearing dengan DPR RI. Kami berharap, pemerintah daerah juga turut menyelesaikan masalah lahan ini,” harap Subur.

Baca Juga :  Masyarakat Belajar Buat Tanjak

Masalah penguasaan lahan tersebut belum dibicarakan Pemkab Bintan. ”Masalah ini dibahas khusus, pada pertemuan lain,” kata seorang pejabat, di sela peringatan 2 tahun kepemimpinan Apri-Dalmasri, baru-baru ini.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here