Masih Banyak Drainase Ditutup Permanen Pemilik Ruko

0
149
Salah satu warga saat gotong royong di kawasan Bintancentre memecahkan penutup drainase yang sudah permenen semen, untuk membersihkan drainase yang tersumbat. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kesulitan untuk melakukan normalisasi drainase di Kota Tanjungpinang.

Salah satu alasanya karena masih banyak drainase ditutup secara permanen oleh pemilik ruko dan menyebabkan sampah menumpuk sehingga sulit dibersihkam.

Hal ini diungkapkan kata Andoko Kepala Seksi (Kasi) Preservasi Jalan dan Pemeliharaan Jembatan Dinas PU Provinsi Kepri kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (12/4).

”Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri memiliki niat baik untuk merawat hingga mengatasi parit yang sudah tersumbat di wilayah kerjanya. Hanya saja, pihaknya selalu terkendala dengan tertutup dengan rapat pada drainase tersebut,” ujarnya.

Sambung dia, pada saat akan membersihkan drainase, rata-rata drainase di depan ruko sudah ditutup permanen mengunakan semen.

Mestinya, ini tidak boleh terjadi. Kalau permanen, saat drainasenya dangkal karena lumpur atau tersumbat sampah, bisa memicu banjir saat turun hujan.

”Itulah kendala kita selama ini,” ujarnya.

Sambung dia, pada saat tim ingin membersihkan drainase mana mungkin pihaknya terlebih dahulu memecahkan penutup drainase permanen tersebut.

Kalau ini dilakukan, maka butuh tenaga serta sumber daya manusia. Prediksinya, waktu yang diberikan tidak cukup untuk mengakomodir perawatan pada drainase.

”Kalau kita pecahkan, siapa yang akan menutup kembali. Pasti, pemerintah. Ini perlu biaya tambahan lagi,” terang dia.

Andoko mengatakan, pihaknya tidak melarang pemilik ruko untuk menutup fasilitas umum (fasum) tersebut. Hanya saja, penutup drainase yang dibuat sistem buka tutup. Bisa jadi penutup drainasenya dari bahan baku besi. Sehingga mudah diangkat hingga dibuka, apabila petugas ingin melakukan perawatan hingga bersihkan sampah pada drainase tersebut.

”Anggaran perawatan drainase dengan penambalan aspal digabung, sekitaran Rp1 miliar,” ucap dia.

Dengan kondisi ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang terkait penutup drainase permanen di depan ruko. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here