Masih Banyak Gunakan Jamban Cemplung

0
248
SEJUMLAH kapal barang ditambat di belakang rumah warga kawasan pelantar KUD, Tanjungpinang. Rumah ini sebagian menggunakan jamban cemplung.

TANJUNGPINANG – PERUMAHAN warga di kawasan pelantar, masih banyak menggunakan jamban sistem cemplung, atau langsung terjun ke air, hingga saat ini. Hal ini kurang mendapat perhatian dari Pemko Tanjungpinang.

Tak hanya itu, masih banyak rumah warga yang tinggal di daerah pesisir, yang tidak menggunakan saluran pembungan kotoran (tinja) dalam bentuk tangki septik. Hal ini dibenarkan Rofik, seorang warga pelantar, Kamis (17/5) kemarin. Menurutnya, rumahnya maupun warga lain, sudah menggunakan jamban (toilet) yang langsung cemplung ke laut. Sistem ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah. ”Selama ini, belum ada yang pernah komplain atau mempertanyakan soal sistem toilet (jamban) kita,” kata Rofik, kemarin.

Rofik menyebutkan, untuk membuat tangki septik di atas laut, perlu biaya mahal. Karena pembangunannya berbeda dengan tangki yang ada di daratan. Maka, kebanyakan orang yang tinggal di pelantar, menggunakan toilet cemplung. ”Mau gimana lagi, dari dulu kita sudah menggunakan toilet seperti ini,” sebutnya.

Hal yang sama juga disampaikan Desi, warga di pelantar. Menurut Desi, kalau membuat tangki di bawah rumah, perlu membongkar rumah. Kecuali ada lahan lagi untuk menempatkan tangki septik. ”Kesulitan dilaut ya itu, tempat pembuangan langsung ke laut masih banyak warga yang menggunakan WC (toilet) seperti ini,” jelasnya.

Namun sebagia warga yang tinggal di daerah pesisir sudah mempunyai tangki septik, yang buat secara sendiri, ataupun segelintir warga yang pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

”Kalau dapat, soal toilet ini juga perlu peran pemerintah, dalam membantu warga untuk membuat tangki septik. Selama ini kan kurang diperhatikan,” ujarnya. (RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here