Masih Luas, Jangan Reklamasi Batam

0
75
KAWASAN Barelang dilihat dari udara masih luas untuk kawasan pemukiman dan kawasan lainnya sehingga daerah dianggap belum layak untuk reklamasi untuk pembangunan. f-istimewa
Batam dinilai belum membutuhkan reklamasi untuk kebutuhan investasi dan pemukiman. Diingatkan, lahan di Batam masih banyak yang kosong.

BATAM – Selain lahan kosong di Pulau Batam, investasi dan perumahan juga diminta bisa dikembangkan di Rempang, Galang dan Bulang, yang sudah dihubungkan jembatan.

Demikian imbauan Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Budi Situmorang, belum lama ini.

”Batam belum butuh reklamasi. Masih banyak lahan kosong di Batam ini, masih ada Relang yang bisa dibangun,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Karena itu, diminta agar Batam tidak melakukan reklamasi dulu. Kegiatan reklamasi di Batam, akan memperlambat pembangunan di Rempang dan Galang. Proses pembangunan Batam, harusnya bisa lebih dulu memanfaatkan lahan yang saat ini ada dan dinilai masih mencukupi.

”Kalau untuk kebutuhan pembangunan saya kira di sana bisa, karena di Relang jadi kebun,” kata Budi

Pernyataan itu disampaikan, tidak lepas dari banyaknya titik reklamasi di Batam. Di mana, Batam menjadi salah satu kota dengan titik proyek reklamasi terbanyak. Padahal masih ada lahan kosong di Batam yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan tanpa perlu proses reklamasi.

”Memang secara normatif, tidak ada aturan yang melarang proses reklamasi itu. Tapi perlu dipertimbangkan kebutuhan yang mendesak. Apa reklamasi itu memang layak dilakukan,” cetusnya.

Menurutnya, kalau proses reklamasi hanya sekedar membuat atau melanjutkan pembangunan, menurutnya masih bisa dilakukan di lahan yang ada. Berbeda halnya dengan reklamasi yang dilakukan di Singapura. ”Di sana, tidak ada lahan yang cukup untuk membangun,” sambung Budi.

Untuk properti, Batam juga dinilai belum layak untuk melakukan reklamasi. Khusus untuk properti, disarankan membangun ke atas (vertikal) daripada landed yang membutuhkan banyak lahan. Selain itu, Batam banyak bangunan flat yang belum berlantai hingga puluhan tingkat. Sehingga, kebutuhan untuk reklamasi belum mendesak.

”Belum banyak bangunan flat hingga puluhan lantai, harusnya itu dulu dibangun,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Budi juga meminta agar pemerintah di daerah hati-hati dalam membuat peraturan daerah terkait pengelolaan daerah pesisir. Jika reklamasi diizinkan di banyak titik, akan membuat laut hilang.

”Jadi kalau tak hati-hati, kita yang akan repot. Laut kita bisa hilang,” kata Budi. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here