Masjid dan Surau Harus Miliki UPZ

0
695
H Erman Zaruddin

TANJUNGPINANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, H Erman Zaruddin mengatakan, masih ada panitia amil zakat (PAZ) dan badan amil, zakat, infak dan sedekah (Bazis) mengumpulkan zakat di masjid dan surau.

Karena dua sebutan tersebut tidak sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. ”Yang sesuai dengan UU itu, adalah unit pengumpul zakat (UPZ),” kata H Erman Zaruddin, Senin (26/3).

Jadi, H Erman Zaruddin minta kepada Badan Aminl Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungpinang, untuk segera membentuk UPZ di setiap surau maupun masjid. Agar petugas UPZ mendapat SK dari Baznas Kota Tanjungpinang. sesuai surau maupun masjidnya masing-masing. Karena yang memberikan SK petugas UPZ, adalah Baznas Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  397 Rumah Kumuh Akan Diperbaiki

Kemudian, setelah dibentuk hingga mengantongi SK tersebut, petugas UPZ untuk langsung segera mengumpulkan zakat di masing-masing surau maupun masjid.
Kalau mengumpulkan zakat, pesan dia, jangan hanya pada momen di bulan suci Ramadan saja tetapi di hari-hari biasa juga bisa mengumpulkan zakat.

Intinya, jelas Erman, kalau sudah waktu masuk hisab dan haulnya masyarakat harus membayar zakat pada petugas UPZ di masjid maupun surau. ”Ini tidak, yang kita selalu mengumpulkan zakat pada bulan Ramadan saja. Diluar bulan Ramadan tidak ada,” ucap dia.

Baca Juga :  Kepri Belum Daftar Tuan Rumah PON 2024

Ia berharap, dengan akan dibentuk UPZ di masing-masing masjid dan surau, bisa mencapai target zakat yang diharapkan Baznas Kota Tanjungpinang sekitar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar. ”Kalau tak salah saya peluang zakat di Tanjungpinang sekitaran Rp 15 miliar,” sebut dia.

Hingga berita ini terbit, Ketua Baznas Kota Tanjungpinang, Muqtafin belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi oleh awak media ini. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here