Maskur Tinjau Pembangunan Sekolah

0
139
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, maskur Tilawahyu meninjau pembangunan sekolah di Tanjungpinang Timur bersama Kabid SD Dinas Pendidikan Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu MM meninjau pembangunan dua sekolah dan rencana pembangunan satu sekolah di tiga lokasi berbeda di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Senin (1/10).

Saat itu, Maskur didampingi Husnari Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang dan Masri juga dari Disdik Kota Tanjungpinang. Pertama peninjauan pembangunan di SDN 016 Perumahan Kijang Kencana III RT-002/RW-07 Kelurahan Pinang Kencana. Kedua, Maskur dan rombongan meninjau pembangunan SDN 017 di Perumahan Alam Tirta Lestari (ATL) wilayah Ganet dan ketiga meninjau lokasi rencana pembangunan SDN 018 di Air Raja.

Di SDN 016, politisi Demokrat Tanjungpinang ini disambut kepala sekolahnya Farida serta para guru dan staf. Di sekolah ini, Maskur sempat memanjat tangga darurat untuk meninjau pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di lantai II.

Bahkan Maskur yang dulu pernah jadi kuli tidak segan-segan membantu tukang. ”Tidak berat ini bagi saya. Dulu lama juga saya jadi tukang,” ujar Maskur langsung mengaduk
semen.

Kemudian, Maskur pindah ke ruangan lain dan berbincang dengan tukang. Maskur juga langsung mengayak pasir di tempat ini. ”Biar kualitas bangunan kokoh, pasirnya memang harus diayak. Jadi tinggal pasir murni yang diaduk dengan semen,” kata Maskur mengenang pekerjaannya jadi tukang beberapa tahun silam.

Sebagai mantan tukang, Maskur sangat teliti melihat setiap struktur bangunan itu. Satu per satu diperhatikannya baik tangga, kusen pintu, jendela, dinding, tiang, kerangka bagian atas dan lainnya.

”Nanti dipasang cor besinya di atas ini kan? Tak mungkin bata ini aja. Bisa roboh,” kata Maskur kepada tukang saat melihat pagar di lantai II yang tahap pemasangan batu bata.

Kemudian Maskur juga memperhatikan jenis pasir yang mereka gunakan. Menurut Maskur pasir sungai itu bagus dan tidak bercampur dengan tanah. Kualitasnya lebih tahan dan lengket dengan semen.

Ia juga tak lupa bertanya kepada tukang, seperti apa struktur atapnya nanti. Jangan sampai tak kuat karena bahaya bisa terangkat angin kencang. Apalagi Kepri yang dikelilingi lautan, anginnya cukup kencang.

Pada umumnya Maskur melihat kinerja tukang di sana bagus. Ada delapan orang tukang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ia meminta agar pekerjaan itu diselesaikan tepat waktu sesuai dengan kontraknya.

Kemudian, Maskur juga meninjau pembangunan SDN 017 di Perumahan ATL. Sekolah ini masih baru, namun sudah menerima siswa baru. Di sekolah itu, Maskur dan rombongan diterima Ngatijo Pjs Kepala SDN 017 dan kontraktor pelaksana.

Sesuai kontrak, pembangunan sekolah dengan anggaran pusat sebesar Rp1,893 miliar itu harus selesai hingga akhir November nanti. Sehingga Desember sekolah itu sudah bisa
ditempati.

Kepada Maskur, Ngatijo mengatakan saat ini mereka masih menumpang sekolah di SDN 015 dekat Terminal Sungai Carang. Tahun ini, sekolah itu sudah menerima tiga rombongan belajar (rombel) siswa baru atau siswa angkatan pertama.

Setelah berkeliling gedung-gedung yang sudah dibangun, Maskur melihat ke bagian belakang sekolah yang berbatasan dengan bukit. Awalnya Maskur mengira lahan itu masih milik sekolah. Ternyata tidak.

”Batasnya hanya di sini aja pak. Bukit ini milik orang lain,” ujar Ngatijo saat meninjau bukit tersebut.

Maskur mengatakan, bukit itu rawan longsor. Sehingga harus direncanakan secepatnya pemasangan batu miring di sana. Jika anggarannya belum mencukupi untuk konstruksi  tiga tingkat, minimal satu dulu. Tapi sebaiknya tiga tingkat.

Kemudian Maskur bertanya kepada pemborong sekolah itu, apakah anggaran Rp1,83 miliar itu sudah termasuk untuk lapangan? Pihak kontraktor mengaku belum ada anggaran
untuk lapangan.

”Kalau begini kondisinya, lapangannya becek nanti saat hujan. Saat cuaca panas, berdebu. Bahaya untuk anak-anak. Kasihan siswa dan guru-guru nanti. Pak Husnari, kita harus pikirkan ini. Mana paling prioritas, batu miring atau lapangan,” kata Maskur saat diskusi dengan pejabat Disdik di lokasi sekolah itu.

Setelah itu, Maskur dan Husnari serta Masri meninjau lahan kosong di Perumahan Air Raja. Di tempat inilah rencananya akan dibangun satu lagi SD negeri.

”Lahannya sekitar 5.000 meter persegi dan sudah dihibahkan masyarakat kepada Pak Lurah Pinang Kencana, Pak Syamsul. Surat hibahnya sudah diserahkan ke kita (Disdik Kota Tanjungpinang),” jelas Husnari. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here